aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Duh, Kenapa Suamiku Lebih Sering Masturbasi

Friday, 26 July 2019 04:00:38 WIB | Redaksi
Duh, Kenapa Suamiku Lebih Sering Masturbasi
Ilustrasi (Depositphotos.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Ditengarai, kini makin banyak suami lebih asyik bermain sendirian dengan tangan mereka daripada bersama istrinya.

Di AS, seperti dikutip Cosmopolitan, sekarang makin banyak perempuan yang merasa pasangannya lebih sering bermasturbasi ketimbang berhubungan seks berdua. Jangan-jangan pria-pria sini juga begitu.

Mengapa bisa demikian?

Jangan buru-buru merasa bersalah. Sungguh, bukan Anda yang salah jika mendapati pasangan Anda jadi ketagihan masturbasi.  

Ada dua faktor yang membuat pria (AS) ketagihan masturbasi, kata Ian Kerner PHD, terapis seks dan penulis buku She Comes First. Pertama, "ekonomi yang sulit membuat banyak pria kehilangan pekerjaan, jadi mereka lebih sering di rumah, banyak bengong, bosan, dan akhirnya jadi lebih sering masturbasi," jelas Kerner.  Kedua, pornografi kini bisa didapat demikian mudah. Tinggal klik saja. Dan setiap hari bisa ada yang baru.

Keseringan masturbasi tak baik. Jika terlampau sering, pria akan tak sampai klimaks saat berhubungan dengan pasangannya.

"Tangan dapat memberi gesekan lebih banyak dari vagina. Jika ia lebih sering masturbasi, ia jadi terbiasa dengan tangan dan yang lain dirasa kurang nikmat baginya," kata Kerner.

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk membuatnya berhenti?

Jika Anda mendapati pasangan Anda begitu lama mencapai klimaks atau ia tak menyelesaikannya sama sekali, cara terbaik adalah bicara jujur padanya. "Beritahu kalau dia kelihatannya tak menikmati seks, dan pastikan Anda ingin dia menikmatinya," ujar Kerner.

Bilang padanya kalau Anda pernah baca bahwa keseringan masturbasi membuat sulit orgasme. Sekalian juga suruh ia baca artikel ini agar tahu kalau ia tak sendirian.   

Nah, begitu Anda dan ia sudah saling jujur, langkah berikutnya tinggal memintanya berhenti "asyik sendiri". Beritahu dia betapa berartinya mencapai klimaks seks bagi Anda. Katakan kalau Anda bersedia bercinta lebih sering dengannya.

Mendengar jika kebiasannya membuat Anda menderita pasti akan bikin dia sadar. Sebab, pria umumnya merasa bangga jika sukses memuaskan wanita.

"Jika ia masih menolak juga, saatnya Anda dan pasangan bertemu terapis," kata Annette Demby, terapis seks yang khusus menangani perilaku seksual kompulsif. 

(ade / gur)

Komentar