aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Ani Yudhoyono Wafat, Intip 6 Gejala Kanker Darah

Saturday, 1 June 2019 21:30:56 WIB | TEMPO
Ani Yudhoyono Wafat, Intip 6 Gejala Kanker Darah
Ani Yudhoyono meninggal dunia pada 1 Juni 2019. (Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Ani Yudhoyono meninggal dunia pada 1 Juni 2019, setelah mendapatkan perawatan intensif di National University Hospital (NUH) Singapura karena kanker darah. 

Sebelum divonis kanker darah, Ani Yudhoyono tidak mengalami gejala penyakit yang serius. Agus Harimurti Yudhoyono pernah bercerita bahwa sang ibu memang sempat mengalami kelelahan yang luar biasa. Siapa yang menyangka, kelelahan yang pernah dialami hampir semua orang ini ternyata menjadi salah satu gejala kanker darah. 

Situs Medical News Today mengatakan kondisi ini terjadi ketika sel-sel kanker leukemia berkumpul di dalam darah dan menyebabkan darah menebal. Karena hal ini, sirkulasi darah pun melambat melalui pembuluh kecil di otak dan berdampak pada tubuh yang mudah lelah.

Ani Yudhoyono meninggal dunia pada 1 Juni 2019. (Instagram)
Ani Yudhoyono meninggal dunia pada 1 Juni 2019. (Instagram)

Selain kelelahan, ada beberapa gejala lain yang menunjukkan seseorang mengidap leukimia. Sebagai bentuk antisipasi, berikut adalah enam tanda seseorang mengidap kanker darah seperti dilansir Express.co.uk.

1. Anemia

Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah—yang bertanggung jawab untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Seseorang yang kekurangan sel darah merah biasanya mengalami sejumlah gejala seperti kelelahan, lemah, pusing, sesak napas, sakit kepala, kulit pucat dan merasa dingin yang luar biasa.

2. Nyeri tulang atau sendi

Jika seseorang tampak kesakitan dan mengeluh bahwa tulang atau sendi mereka sakit, ini dapat mengindikasikan dia mengalami leukemia. Ketika leukemia berkembang, sel-sel abnormal dapat mengumpulkan di dalam sendi atau dekat dengan permukaan tulang.

Ani Yudhoyono meninggal dunia pada 1 Juni 2019. (Instagram)
Ani Yudhoyono meninggal dunia pada 1 Juni 2019. (Instagram)

3. Mengalami infeksi

Pasien leukemia memiliki jumlah sel darah putih yang tinggi, tetapi sebagian besar sel-sel ini tidak berfungsi dengan benar. Sebab, sel-sel abnormal menggantikan sel-sel darah putih yang sehat.

Sel darah putih membantu melindungi tubuh dan melawan infeksi. Infeksi berulang dan persisten dapat menunjukkan bahwa pasien tidak memiliki sel darah putih yang sehat.

4. Memar dan berdarah

Jika seseorang mudah memar, mengalami mimisan parah, atau berdarah dari gusi, ini bisa mengarah ke leukemia. Mereka yang menderita kanker jenis ini umumnya akan kekurangan trombosit yang fungsinya membantu mencegah perdarahan.

5. Kurang nafsu makan, sakit perut, dan penurunan berat badan

Jika sel-sel leukemia telah menyebabkan pembengkakan di hati, ginjal dan limpa, organ-organ ini dapat menekan perut. Hasilnya mungkin perasaan kenyang atau tidak nyaman, kurang nafsu makan, dan mengalami penurunan berat badan.

6. Batuk atau kesulitan bernapas

Leukemia dapat mempengaruhi bagian tubuh di sekitar dada, seperti beberapa kelenjar getah bening atau thymus, kelenjar yang terletak di antara paru-paru. Jika bagian-bagian tubuh ini membengkak, maka akan menekan trakea dan membuat penderita sulit bernafas.

Kesulitan bernapas juga dapat terjadi jika sel-sel leukemia menumpuk di pembuluh darah kecil paru-paru. Jika seorang pasien mengalami kesulitan bernapas, segera carilah pertolongan medis.

TEMPO.CO

Komentar