aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Jika Dokter Mendiagnosis Kista Berukuran 2 Hingga 3 Cm, Bagaimana Menyikapinya?

Friday, 24 May 2019 18:00:05 WIB | Panditio Rayendra
Jika Dokter Mendiagnosis Kista Berukuran 2 Hingga 3 Cm, Bagaimana Menyikapinya?
Periksa dokter (ilustrasi Deposit Photos)

TABLOIDBINTANG.COM - Kaum hawa tentu akan merasa cemas dan ketakutan saat dokter mendiagnosis adanya kista di organ intim. Apalagi jika kista itu diprediksi berukuran 2 sampai 3 cm. Bagaimana merespons vonis dokter ini? Perwakilan dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG (K) menjelaskan, memasuki fase akil balik, terjadi pertumbuhan hormon yang merangsang salah satu calon telur agar matang.

"Calon telur yang semula berbentuk titik-titik membesar hingga berukuran 2 atau 3 cm. Jadi Anda harus tenang sekaligus cermat. Kalau dokter bilang ada kista berukuran 2 atau 3 cm jangan buru-buru khawatir. Itu normal. Bisa jadi itu adalah telur yang mengembang dan siap pecah sebelum melintasi organ intim lalu diserap oleh sistem tubuh. Kalau pecahnya telur disambut sperma yang masuk ke vagina, jadilah dia hamil," terang Dwiana ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Dwiana menambahkan, saat kehamilan terjadi, maka bekas telur mengeluarkan hormon untuk menjaga agar dindingnya tidak rontok. Janin pun menempel kuat dan tumbuh bersama sari-sari makanan yang diasupnya. Kalau tak ada sperma yang masuk ke vagina, maka sel telur luruh dua minggu setelah tidak terjadi pembuahan. Inilah yang disebut haid. Haid adalah lapisan bagian dalam rongga rahim yang rontok dalam sebuah masa, keluar lewat leher rahim, vagina, dan lubang bagian luar vagina.

Omong-omong soal sperma yang membuahi sel telur, Dwiana mengkritisi pandangan bahwa perempuan yang berenang berpotensi hamil jika terdapat sperma yang mengambang di air kolam. Dwiana mengingatkan bahwa sel sperma mudah mati. "Kena air saja dia mati apalagi air berkaporit di kolam renang," Dwiana menyambung.

Ia menambahkan, "Saat sel telur yang matang bertemu sperma, maka dalam 2 atau 3 hari ia menjelma menjadi embrio, lalu masuk ke rongga rahim yang lapisannya sudah menebal. Namanya endometrium. Ia menempel, mendapat asupan gizi, jadilah janin. Kalau tidak ada sperma, ia akan menggelinding lalu keluar begitu saja. Jadi habis berenang hamil karena air kolam renang mengandung sperma itu mitos."


(ray / ray)

Komentar