aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Benarkah Asupan Cairan Harus Bertambah Saat Puasa?

Friday, 10 May 2019 21:30:23 WIB | Rizki Adis Abeba
Benarkah Asupan Cairan Harus Bertambah Saat Puasa?
Banyak orang meyakini saat sahur dan berbuka puasa Anda harus mengonsumsi banyak cairan untuk mencegah rasa haus dan menghindari dehidrasi. (Dok tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Banyak orang meyakini saat sahur dan berbuka puasa Anda harus mengonsumsi banyak cairan untuk mencegah rasa haus dan menghindari dehidrasi. Ada teori yang mengatakan bahwa selama berpuasa setidaknya seseorang harus mengonsumsi delapan gelas air putih per hari untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Apa benar demikian?

Menurut Tanya van Aswegen, pakar diet klinis di Klinik Valiant Dubai, Uni Emirat Arab, jumlah asupan cairan yang dibutuhkan setiap orang tidak bisa dipatok delapan gelas per hari. Karena jumlah asupan cairan yang dibutuhkan setiap orang berbeda-beda, bergantung kepada usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas hariannya.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Dr. Nacrin Uddin, dokter keluarga dan konsultan di Medcare Medical Centre, Inggris, menjelaskan berpuasa tidak berarti kebutuhan cairan tubuh meningkat, sebab tubuh akan menyesuaikan diri secara alami.

“Asupan cairan (yang diperlukan tubuh) tidak meningkat selama Ramadhan. Cairan tubuh tetap akan berkurang secara perlahan melalui urine, kulit, dan ketika Anda bernapas dan berkeringat. Dan tubuh kita secara berangsur-angsur akan beradaptasi selama Ramadhan sehingga akan lebih banyak air yang disimpan dan siap untuk berpuasa,” urai Nacrin Uddin.

Dan perlu diingat, sekitar 20 persen dari asupan cairan kita juga berasal dari makanan yang kita makan, meskipun sebagian besar tergantung pada asupan cairan tambahan (80 persen) dari air, teh, kopi, susu, dan cairan lain.

(riz/bin)

Komentar