aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Perhatikan Kondisi Mulut dan Gigi Sebelum Melaksanakan Ibadah Puasa

Sunday, 5 May 2019 04:00:24 WIB | Khairiyah Sartika
Perhatikan Kondisi Mulut dan Gigi Sebelum Melaksanakan Ibadah Puasa
ilustrasi (depositphotos.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Bulan suci Ramadhan tiba. Kesehatan dan kebugaran tubuh perlu diperhatikan agar dapat menjalankan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya dengan maksimal.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dengan baik yaitu kesehatan mulut.

Tentunya kita tidak ingin memiliki bau nafas tidak segar serta keluhan gigi dan mulut saat berpuasa nanti.

Karena itu, jangan lupa memperhatikan empat poin penting ini, agar tetap segar dan semangat saat berpuasa:

Periksa kondisi mulut dan gigi

Kunjungi dokter gigi Anda dan lakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mendeteksi kondisi mulut dan gigi. Jika ada yang berlubang dan perlu dilakukan penanganan, maka dapat dilakukan dari sekarang sehingga tidak mengganggu puasa Anda.

Bersihkan karang gigi

Lakukan pembersihan karang gigi atau scaling. Ini bertujuan mengangkat sisa-sisa makanan yang masih menempel pada gigi dan karang-karang yang mengendap dan tidak terangkat ketika menyikat gigi. Karang gigi merupakan salah satu penyebab utama bau mulut. Jika sudah dibersihkan, maka akan terhindar dari bau mulut tak sedap saat puasa.

Gunakan obat kumur

Untuk mengantisipasi bau mulut saat berpuasa, jangan lupa menyikat gigi dan gunakan obat kumur. Usahakan obat kumur tidak mengandung alkohol terlalu banyak karena dapat menyebabkan mulut kering. Ini akan membantu mengangkat sisa makanan dan menyegarkan mulut.

Konsumsi Air Putih dan Buah-Buahan

Agar mulut segar dan tidak kekeringan, jangan lupa mengkonsumsi air putih yang cukup saat sahur dan buka puasa. Karena saat puasa kita tidak dapat minum, usahakan 3-4 gelas air putih saat sahur atau konsumsi buah-buahan segar. Ini akan membantu mengikat kandungan air dalam tubuh lebih lama sehingga mulut tetap segar.

dari Berbagai Sumber

(tika/gur)

Komentar