aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Selama Ramadan, Pasien Diabetes Yang Berpuasa Perlukah Cek Gula Darah Tiap Hari?

Sunday, 28 April 2019 23:00:31 WIB | Wayan Diananto
Selama Ramadan, Pasien Diabetes Yang Berpuasa Perlukah Cek Gula Darah Tiap Hari?
Pemeriksaan kadar gula darah penting selama berpuasa. (Foto: Dok. Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Umat Islam menjalankan ibadah puasa Ramadan mulai bulan depan. Bagi pasien diabetes yang ingin berpuasa, ada hal-hal yang perlu diperhatikan sepanjang Ramadan nanti. Salah satunya terkait pemeriksaan gula darah. Banyak yang menyebut, pemeriksaan gula darah bagi pasien diabetes yang sedang berpuasa wajib dilakukan setiap hari. Benarkah? Kami mengonfirmasi ini kepada Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia, Prof. DR. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD.

"Yang membutuhkan pemeriksaan gula darah setiap hari adalah mereka yang menggunakan insulin. Kalau yang menggunakan pil tidak perlu pemeriksaan gula darah tiap hari kecuali memperlihatkan gejala-gejala hipoglikemia. Ini penting karena ia sedang menjalani puasa dan berkaitan dengan batal tidaknya puasa itu. Jika benar hipoglikemia, ia harus batal puasa karena ini menyangkut hidup mati pasien," terang Ketut kepada tabloidbintang.com di Jakarta, pekan ini.

Ditemui dalam gelar wicara "Kontrol Gula Darah, Raih Berkah Ramadan, Waspada Hipoglikemia Saat Berpuasa" bersama Merck Sharp & Dohme, Ketut juga meluruskan sejumlah salah kaprah seputar diabetes. Salah satunya, anggapan pasien diabetes bisa sembuh 100 persen. Ketut menjelaskan bahwa sampai sekarang belum ada istilah setelah diobati, pasien diabetes dinyatakan sembuh 100 persen dan tidak butuh pengobatan lagi seumur hidup. 

"Yang ada, beberapa obat termasuk insulin bisa mengendalikan kadar gula darah hingga mendekati normal. Mengapa hanya mendekati normal? Kalau terlalu mendekati normal bahkan normal, selalu ada risiko hipoglikemia yang bisa membahayakan keselamatan pasien. Ingat pula bahwa semakin tua usia pasien, risiko hipoglikemia semakin ganas. Pasien diabetes bisa mengalami gangguan denyut jantung yang berdampak fatal," Ketut mengakhiri perbincangan.

Komentar