aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Berkenalan dengan Penyakit Kawasaki, Kenali 3 Gejala Utamanya!

Sunday, 28 April 2019 09:30:31 WIB | Wayan Diananto
Berkenalan dengan Penyakit Kawasaki, Kenali 3 Gejala Utamanya!
Demam salah satu gejala penyakit kawasaki. (Foto: Dok. tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Bu, pernah mendengar penyakit kawasaki? Penyakit Kawasaki ditandai dengan peradangan pada pembuluh darah tubuh, termasuk pembuluh darah koroner pada jantung. Penyakit ini umumnya terjadi pada anak usia di bawah 5 tahun. Di Indonesia, diperkirakan angka kejadian penyakit kawasaki mencapai 5.000 kasus per tahun. Sayangnya, yang terdiagnosis baru 150 hingga 200 kasus setiap tahun.

Hal ini terungkap dalam seminar kesehatan "Mengenal Penyakit Kawasaki" yang diselenggarakan Kawasaki Center OMNI Hospital Alam Sutera Tangerang dan Perhimpunan Orang Tua Penyakit Kawasaki Indonesia di Tangerang, Sabtu (27/4) kemarin. Hadir sebagai narasumber, spesialis anak konsultan jantung sekaligus pakar penyakit kawasaki, Dr. dr. NaJib Advani, Sp.A(K), M.Med (Paed). Najib menyebut, penyakit kawasaki ditandai dengan 3 gejala utama.

"Pertama, demam yang terjadi selama beberapa hari. Demam setidaknya ada dua jenis, yakni remiten dan intermiten. Reminten artinya suhu badan naik turun namun turunnya tidak pernah ke suhu tubuh normal. Misalnya dari 39 derajat Celsius ke 37,5 derajat Celsius lalu naik lagi. Kalau intermiten, suhu tubuh naik, turun ke suhu normal, lalu naik lagi. Dalam kasus penyakit kawasaki di Indonesia, jenis demamnya intermiten," beber Najib kepada tabloidbintang.com.

Gejala kedua, mata merah. Gejala ketiga, tekstur dan warna lidahnya menyerupai kulit stroberi. Jika ini terjadi pada si kecil, Anda harus konsultasi ke dokter. Dari tiga gejala ini, yang datangnya selalu lebih awal adalah demam. Ada pula anak yang terserang demam disertai gondong. Najib mengakui, kesadaran orang tua terhadap penyakit ini masih rendah. Wajar, mengingat penyakit kawasaki terbilang baru jika dibandingkan dengan tuberkulosis misalnya, yang ada sejak ratusan tahun lalu. 

Suasana seminar bertema Mengenal Penyakit Kawasaki di OMNI Hospital Tangerang, pekan ini. (Foto: Wayan Diananto)
Suasana seminar bertema Mengenal Penyakit Kawasaki di OMNI Hospital Tangerang, pekan ini. (Foto: Wayan Diananto)

Najib mengingatkan, "Demam dalam satu atau dua minggu biasanya bisa dikendalikan. Demam, mata merah, dan lidah menyerupai kulit stroberi hanya pertanda akan munculnya sesuatu yang lebih besar. Penyakit ini menyasar kesehatan jantung buah hati Anda. Jika tidak ditangani dengan benar, penderita penyakit kawasaki dapat mengalami kerusakan jantung permanen." 

Kuncinya, agar jantung tidak rusak permanen, orang tua harus bisa mengenali sedini mungkin gejala penyakit kawasaki. Apabila menemukan gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter ahli. Dalam kesempatan itu, diperkenalkan Kawasaki Center OMNI Hospitals yang menjadi pusat rujukan untuk kasus penyakit kawasaki. Kawasaki Center OMNI Hospitals dipimpin Najib yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun menangani penyakit kawasaki dari penegakan diagnosis hingga penerapan metode pengobatan yang tepat. Kawasaki Center OMNI Hospital didukung fasilitas dan tenaga medis berpengalaman.

Komentar