aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Bayi yang Lahir Lewat Operasi Caesar Rawan Terkena Masalah Pencernaan?

Monday, 15 April 2019 21:50:23 WIB | Rizki Adis Abeba
Bayi yang Lahir Lewat Operasi Caesar Rawan Terkena Masalah Pencernaan?
Pada bayi yang dilahirkan melalui operasi caesar, mikrobioma usus kurang stabil. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Dalam penelitian-penelitian terdahulu disebutkan bahwa perbedaan susunan mikrobioma usus pada bayi yang baru lahir dipengaruhi oleh cara persalinan. Dikatakan bahwa bayi yang lahir melalui operasi caesar mendapatkan paparan antibiotik dari sang ibu ketika menjalani prosedur operasi.

Namun dalam penelitian terbaru yang dipresentasikan di Kongres Mikrobiologi dan Penyakit Menular Eropa di Amsterdam, Belanda, ditemukan bahwa perbedaan itu tidak tergantung pada penggunaan antibiotik oleh ibu.

Para ilmuwan menganalisis perkembangan mikrobioma usus pada 46 bayi yang lahir lewat operasi caesar dan 74 bayi yang dilahirkan secara normal dengan menggunakan sampel tinja yang dikumpulkan 10 kali selama tahun pertama kehidupan mereka. Ditemukan bahwa susunan mikrobioma usus bayi yang lahir lewat operasi caesar dan persalinan normal memperlihatkan perbedaan signifikan pada sampel tinja pertama bayi setelah dilahirkan.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Pada bayi yang dilahirkan melalui operasi caesar, mikrobioma usus kurang stabil dan perkembangan bakteri Bifidobacterium --salah satu jenis bakteri usus terpenting yang mencerna serat makanan, membantu mencegah infeksi dan menghasilkan vitamin dan bahan kimia penting lainnya-- tertunda dibandingkan pada bayi yang dilahirkan secara normal.

Selain itu, bayi yang lahir lewat operasi caesar memiliki tingkat bakteri usus yang berpotensi menyebabkan penyakit yang jauh lebih tinggi, terlepas dari seberapa lama mereka tinggal di rumah sakit setelah lahir, jenis makanan, dan penggunaan antibiotic oleh ibu.

Para peneliti juga menemukan bahwa mikrobiota usus di awal kehidupan dikaitkan dengan jumlah kasus gangguan infeksi pernafasan selama tahun pertama kehidupan bayi.

Marta Reyman, dokter dari Rumah Sakit Anak Wilhelmina di Utrecht, Belanda, yang turut berpartisipasi dalam penelitian mengatakan perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mendalami fenomena ini dan menemukan pencegahan masalah yang berhubungan dengan kesehatan setelah kelahiran dengan operasi caesar.

“Penelitian lebih lanjut dan studi yang lebih besar akan diperlukan untuk sepenuhnya memahami konsekuensi dari perubahan ini. Wawasan yang diperoleh dari penelitian tersebut mungkin akan sangat membantu dalam merancang strategi untuk mencegah masalah yang berhubungan dengan kesehatan setelah kelahiran dengan bedah Caesar,” tandas Marta Reyman.  

(riz/bin)

Komentar