aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Pada Usia Ini, Perkembangan Otak Buah Hati Anda Mencapai Hampir 100 Persen 

Monday, 15 April 2019 04:30:31 WIB | Wayan Diananto
Pada Usia Ini, Perkembangan Otak Buah Hati Anda Mencapai Hampir 100 Persen 
Perkembangan otak si kecil harus dipantau orang tua. (Foto: Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Proses tumbuh kembang si kecil di mulai pada 1.000 hari pertama kehidupan. Pada fase ini, proses tumbuh kembang fisik maupun otaknya harus terus dipantau. Salah satunya dengan menjaga pola makan bergizi seimbang agar kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral si kecil terpenuhi. Ini terkait dengan kecerdasan buah hati di masa mendatang. Pakar Neuro-parenting, dr. Amir Zuhdi mengingatkan, seluruh aktivitas kehidupan dipengaruhi oleh otak dan saraf-sarafnya. 

"Ibarat pemandangan alam, otak memiliki gunung besar bernama lobus, bukit bernama gyrus, dan sungai bernama sulkus sentralis. Secara umum otak dibagi menjadi dua area, yakni kortikal dan subkortikal yang ditutupi oleh kulit otak. Otak dibangun oleh sel-sel saraf. Otak bayi yang baru lahir itu baru 45 persen. Usia 7 tahun, perkembangan otak mencapai 85 persen. Usia 12-14 tahun, perkembangan otak mencapai 95 persen, hampir 100 persen," ujar Amir kepada tabloidbintang.com.

Suasana diskusi bertema mengoptimalkan otak agar performa maksimal, pikiran bahagia untuk hidup yang sehat di Jakarta, belum lama ini. (Foto: Wayan Diananto)
Suasana diskusi bertema mengoptimalkan otak agar performa maksimal, pikiran bahagia untuk hidup yang sehat di Jakarta, belum lama ini. (Foto: Wayan Diananto)

Amir menyampaikan hal ini saat menghadiri ulang tahun Komunitas Neuronesia ke-4, di Jakarta Selatan, pekan ini. Komunitas pencinta ilmu neurosains ini menggelar seminar dan diskusi panel bertema "Mengoptimalkan otak agar performa maksimal, pikiran bahagia untuk hidup yang sehat." Amir menambahkan, pada usia 0 sampai 14 tahun, cara berpikir, berinteraksi, dan bersosialisasi anak dengan orang lain harus dilatih secara konsisten. Di sini, peran orang tua dan guru sangat penting. 

"Jika fase ini terlewati dengan mulus, anak bisa memiliki pribadi yang unggul. Dengan asupan gizi yang baik, perkembangan otak si kecil akan maksimal. Dengan demikian ia mampu berpikir jernih dan cakap dalam berbagai aspek termasuk aspek kognitif," pungkasnya. Selain Amir, acara ini dihadiri sejumlah narasumber di antaranya, Prof. DR. Dr. KH. Salamun Sastra, MPH., MSc., MBA (Hosp)., SpM., BrP. serta DR. Tauhid Nur Azhar, S.Ked., M.Kes.

Komentar