aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Jenis-Jenis Olahraga Lari dan Manfaatnya (2 - habis)

Wednesday, 10 April 2019 22:30:13 WIB | Yuriantin
Jenis-Jenis Olahraga Lari dan Manfaatnya (2 - habis)
Jenis-Jenis Olahraga Lari dan Manfaatnya (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Tak banyak yang mengenal ragam jenis olahraga lari. Padahal, setiap jenis lari punya manfaat yang berbeda dan harus disesuaikan dengan kondisi tubuh. Mari mengetahui lebih dalam ragam jenis lari dan manfaatnya. 

Fartlek
       Anda yang ingin berlari santai namun tetap ingin melatih otot tubuh bisa mencoba fartlek. Beda dengan jenis lari lain yang terstruktur, fartlek bersifat fleksibel. Anda bisa berlari santai selama satu putaran mengelilingi lapangan, kemudian berlari cepat selama tiga putaran. Lalu, kembali berlari santai. Jika kesulitan menghitung jarak, coba joging selama 30 detik, kemudian berlari cepat selama 30 detik dan joging kembali selama 30 detik. Akhiri dengan berjalan santai selama 30 detik. Ulangi sampai 30 menit berlalu. 

Interval run
       Mirip dengan fartlek, namun latihan interval run lebih intens dan terstruktur. Artinya, Anda terikat dengan waktu atau jarak yang sudah ditentukan. Tujuannya, untuk melatih daya tahan tubuh. Tak ada patokan durasi melakukan interval run. Kuncinya, gunakan kekuatan maksimal saat berlari cepat demi menguji kemampuan tubuh. Kecepatan yang berubah drastis dari berlari cepat ke joging dan sebaliknya, juga bermanfaat melatih otot kardiovaskular. Usai interval run, lakukan recovery run. Tergolong latihan yang berat, pastikan kondisi tubuh fit sebelum melakukan interval run. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter atau ahli kebugaran terutama untuk para pemula atau orang yang berusia lanjut.

Hill repeats
       Bagi yang suka dengan tantangan, hill repeats atau berlari di medan yang berbukit bisa jadi agenda Anda. Latihan ini cocok untuk persiapan lari lintas alam. Kendati kemungkinan jarak tempuh lebih dekat dibanding jarak lari Anda yang biasa, intensitas lari yang tinggi dan medan yang menanjak maupun menurun punya daya tarik tersendiri.  Selain meningkatkan  daya tahan dan kekuatan otot tubuh, dipastikan tubuh akan lebih kebal dari rasa lelah. Mulailah berlari secepat mungkin dari bawah bukit menuju puncak bukit yang telah ditentukan. Setibanya di puncak, lari kembali menuju titik awal dan ulangi sesuai kemampuan.   

(yuri / gur)

Komentar