aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Mengenal Bahaya Obstructive Sleep Apnea Alias OSA Yang Terjadi Saat Anda Tidur

Tuesday, 2 April 2019 06:30:31 WIB | Wayan Diananto
Mengenal Bahaya Obstructive Sleep Apnea Alias OSA Yang Terjadi Saat Anda Tidur
Saat pasangan mendengkur, Anda jangan menganggapnya sepele. (Foto: Dok. Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Mendengkur sepintas tampak sepele. Toh, orang yang tidurnya mendengkur tetap bisa bangun dan baik-baik saja. Namun dalam kacamata medis, mereka yang tidur mendengkur sejatinya dekat dengan bahaya bahkan, kematian. Dalam dunia kedokteran dikenal istilah OSA alias obstructive sleep apnea. OSA adalah berhentinya aliran udara pernapasan akibat adanya sumbatan di jalan pernapasan. Ini bisa memicu sakit kepala pada pagi hari atau tertidur saat beraktivitas rutin.

Hal tersebut terungkap dalam pembukaan gerai Sleep & Co Boutique di Mal Taman Anggrek Jakarta Barat, belum lama ini. Salah satu narasumber, Dr Arina Ikasari Muhtadi, Sp THTKL, dari Rumah Sakit Royal Progress Jakarta menjelaskan, "OSA ditandai dengan tidur yang megap-megap. Kalau berlangsung lebih dari 5 menit, otak tidak mendapat pasokan oksigen yang cukup lalu yang bersangkutan meninggal. Mendengkur tidak berbahaya jika tidak disertai sumbatan di jalan napas. Beberapa kasus OSA memang menyebabkan kematian."

Indonesia, kata Arina, merupakan negara dengan kasus OSA terbesar kedua setelah AS. Di Jakarta sendiri, OSA ditemukan pada 16 persen laki laki dan 17 persen perempuan. Jumlah kasus OSA di Tanah Air tinggi karena tingkat kesadaran masyarakat terhadap bahaya OSA masih rendah. Hanya sedikit rumah sakit yang dilengkapi laboratorium untuk mengukur kualitas tidur.

Dengan memilih kasur yang tepat, Anda bisa mendapatkan tidur yang berkualitas. (Foto: Wayan Diananto)
Dengan memilih kasur yang tepat, Anda bisa mendapatkan tidur yang berkualitas. (Foto: Wayan Diananto)

Dalam kesempatan yang sama, Head of Direct Sales PT Duta Abadi Primantara, Chistine Setiawan, mengingatkan pentingnya memilih matras tidur yang tepat agar Anda bisa meraih tidur berkualitas. Ada tiga faktor yang harus diperhatikan saat membeli matras tidur. Pertama, kenyamanan. Kedua, perhatikan daya topang matras. Terakhir, cek daya tahan matras.

"Itu sebabnya di Sleep & Co kami meminta konsumen mencoba untuk tidur di matras selama 5 menit. Jadi harus benar-benar merasakan nyaman sebelum memilih matras tersebut. Kalau boleh saya menyarankan, gantilah matras atau kasur setidaknya 7 sampai 8 tahun sekali. Meski demikian semua matras di Sleep & Co Boutique memiliki garansi pakai hingga 10 tahun," urai dia.

Komentar