aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Anak Sering Mendengkur, Waspadai Henti Napas dan Kekurangan Oksigen

Saturday, 23 March 2019 03:00:00 WIB | Wayan Diananto
Anak Sering Mendengkur, Waspadai Henti Napas dan Kekurangan Oksigen
Anak Sering Mendengkur, Waspadai Henti Napas dan Kekurangan Oksigen (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Obstructive Sleep Apnea Syndrome (OSAS) dibagi tiga: ringan, sedang, dan berat. Disebut ringan, jika mendengkur 1 sampai 5 kali episode dalam sejam. Dikatakan sedang, jika dengkuran terjadi 5 sampai 10 kali selama sejam. Dinyatakan berat jika lebih dari 10 kali dalam sejam.

Jika ii terjadi pada anak-anak, untuk memastikan derajat keparahannya, bawalah si kecil ke rumah sakit untuk diperiksa menggunakan polisomnografi. Alat ini berfungsi merekam suara dengkuran, gelombang otak, dan ritme pernapasan. 
    
Hasil rekaman kemudian dianalisis dokter spesialis. Sayangnya, tidak semua rumah sakit di Indonesia memiliki alat ini. Abdullah meminta para ibu tidak menyepelekan dengkuran si kecil. Dampak jangka panjang OSAS ternyata mengerikan. Saat terjadi henti napas, pasokan oksigen ke seluruh tubuh si kecil berkurang (hipoksia) dan mengganggu kinerja sejumlah organ vital. 

“Jika pasokan oksigen ke otak berkurang, tumbuh kembang si kecil terganggu. Ia rentan mengalami gangguan hormon. Jika jantung kekurangan oksigen, memicu terjadinya penyakit jantung. Hati dan pankreas yang kekurangan oksigen, membuat si kecil berisiko mengidap diabetes melitus. Hipoksia atau kekurangan oksigen juga menurunkan kinerja ginjal. Akibatnya, anak lebih sering mengompol,” Abudullah menyambung.

(wyn / gur)
 

Komentar