aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Apakah Rumah Sakit Indonesia Mampu Menangani Kanker Secara Paripurna?

Monday, 4 March 2019 03:00:31 WIB | Wayan Diananto
Apakah Rumah Sakit Indonesia Mampu Menangani Kanker Secara Paripurna?
Menangangi kanker memang tidak mudah. (Foto: Dok. tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Kita sering mendengar kabar pasien kanker dari Indonesia dilarikan ke luar negeri. Pertanyaan yang kemudian muncul, apakah paramedis di Indonesia tidak mampu menangani kanker secara paripurna? Dr. dr. Cosphiadi Irawan, Sp.PD, KHOM, dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta menegaskan, rumah sakit di Indonesia sanggup menangani kanker stadium berapa pun. Masalahnya, Indonesia terdiri banyak pulau.

"Maaf untuk rumah sakit di daerah tertentu memang ada keterbatasan. Namun kita memiliki rumah sakit rujukan misalnya di Surabaya, Makassar, Bandung, dan Semarang. Selain itu, kemampuan para dokter di Indonesia berjenjang dari dokter umum, spesialis, hingga konsultan. Untuk pendalaman, mereka harus mengambil pendidikan yang lebih spesifik," terang Cosphiadi kepada tabloidbintang.com di Jakarta, belum lama ini.

Hanya, menangani kanker tidak mudah. Untuk mengecek dengan detail perkembangan sel-sel kanker, butuh alat yang sangat canggih. Bisa jadi, Indonesia baru punya alat sangat canggih di rumah sakit di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Selain itu, hubungan dokter dan pasien melibatkan kepercayaan serta kesediaan melewati proses. Semua proses penanganan kanker di dunia sama. Maukah pasien dan keluarga percaya dokter lokal?

Leukemia Myelogenous Akut (AML) misalnya, jenis leukemia yang sering menimpa pasien usia 50 tahun ke atas. Yang menjangkit pada anak-anak biasanya Leukemia Limfoblastik Akut (ALL). "Proses pengobatannya mengondisikan pasien kanker menjalani kemoterapi, transplatasi, dan lain-lain tapi tetap ada kemungkinan kambuh 50 persen. ALL kemungkinan sembuhnya lebih tinggi. Dibutuhkan kepercayaan tingkat tinggi antara dokter dan pasien untuk melewati proses ini," imbuh Cosphiadi.

Komentar