aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Untuk Remaja Penderita Kanker, Rumah Sakit Dharmais Jakarta Menyiapkan Ini

Friday, 1 March 2019 02:30:31 WIB | Wayan Diananto
Untuk Remaja Penderita Kanker, Rumah Sakit Dharmais Jakarta Menyiapkan Ini
Suasana peresmian bangsal remaja di Rumah Sakit Dharmais Jakarta. (Foto: Wayan Diananto)

TABLOIDBINTANG.COM - Penyakit kanker tak pandang usia dan jenis kelamin. Siapa pun bisa kena kanker, termasuk remaja. Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2015 menyebut, di Indonesia terdapat sekitar 4.100 kasus kanker anak-anak per tahun. Sebagian besar adalah leukemia. Sementara itu, Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2013 menunjukkan prevalensi kanker anak umur 0 sampai 14 tahun mencapai 16.291 kasus.

Setiap tahun, ada lebih dari 175 ribu anak di dunia didiagnosis mengidap kanker dan 90 ribu di antaranya meninggal dunia. Kurangnya deteksi dini membuat kanker semakin sulit disembuhkan. Berkaca pada fakta ini, Prudential Indonesia dan Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) meresmikan bangsal remaja di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta. Peresmian renovasi bangsal khusus remaja ini merupakan kelanjutan komitmen Prudential Indonesia.

"Tahun lalu, Prudential Indonesia bekerja sama dengan YOAI, menyerahkan donasi sebesar 4,5 miliar rupiah dari dana perusahaan untuk setiap pembelian polis PRUsyariah sepanjang 2017. Ini dalam rangka 10 tahun kehadiran Unit Usaha Syariah Prudential Indonesia. Dana ini digunakan untuk renovasi bangsal di Rumah Sakit Kanker Dharmais," terang Presiden Direktur Prudential Indonesia, Jens Reisch, di Jakarta, pekan ini.

Aksi ini disambut baik Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K). "Pasien kanker anak-anak dan remaja perlu dukungan selama menjalani pengobatan. Apalagi mereka berada dalam usia pertumbuhan. Saya percaya bangsal ini dapat membuat mereka lebih bersemangat untuk sembuh. Semoga mereka merasa nyaman selama dirawat di rumah sakit," Nila berharap.

Komentar