aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Kurang Tidur Akan Membuat Luka di Tubuh Semakin Terasa Nyeri, Ini Penjelasannya

Wednesday, 6 February 2019 19:30:28 WIB | Rizki Adis Abeba
Kurang Tidur Akan Membuat Luka di Tubuh Semakin Terasa Nyeri, Ini Penjelasannya
Ilustrasi tidur (Deposit Photos)

TABLOIDBINTANG.COM - Seseorang yang mengalami luka di tubuhnya, entah karena kecelakaan akut seperti patah tulang atau kondisi kronis seperti sakit punggung, pasti tahu sulit menikmati tidur malam yang nyenyak. Rasa sakit dan nyeri di tubuh membuat seseorang sulit tidur, di sisi lain ketika mereka kurang tidur maka rasa nyeri itu akan bertambah parah. Apa kaitannya antara tidur dengan rasa sakit di tubuh?

Sebuah penelitian terbaru mengungkap bagaimana kaitan antara kurang tidur dengan meningkatnya rasa sakit. Dalam penelitian yang dilakukan di Universitas California, AS, disebutkan bahwa kurang tidur dapat mengubah sirkuit di otak yang berakibat pada meningkatnya rasa sakit di tubuh yang mengalami luka.

Ilustrasi tidur (Deposit Photos)
Ilustrasi tidur (Deposit Photos)

“Ada dugaan kuat bahwa terjadi hubungan sebab akibat antara kurang tidur dan meningkatnya rasa sakit,” kata Adam Krause, penulis buku laris Why We Sleep sekaligus penggagas penelitian di Universitas California, AS. “Di sini kami menemukan bukti bahwa kurang tidur memiliki efek langsung ke otak dalam meningkatkan rasa sakit,” urai Adam Krause.

Dalam penelitian ini Adam Krause mengamati 25 orang dewasa sehat selama dua malam. Mereka diperbolehkan tidur di malam pertama dan dipaksa terjaga selama 24 jam berikutnya. Dalam kedua kondisi tersebut (cukup tidur dan kurang tidur), peneliti melakukan percobaan memberikan stimulasi rasa sakit dengan rasa panas di kulit. Hasilnya, rasa sakit meningkat ketika mereka dalam kondisi kurang tidur.

Mereka juga menempatkan peserta dalam mesin pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) untuk melihat bagaimana kurang tidur mengubah respons otak terhadap rasa sakit. “Nyeri adalah proses saraf,” jelas Adam Krause.

Ilustrasi tidur (Deposit Photos)
Ilustrasi tidur (Deposit Photos)

Sinyal rasa sakit berpindah dari tempat cedera melalui sumsum tulang belakang ke otak di korteks somatosensori, wilayah otak yang mencatat rasa sakit dan sentuhan. “Korteks somatosensori akan memperkirakan lokasi rasa sakit dan intensitasnya dan kemudian memberi sinyal ke seluruh otak,” Adam Krause menjelaskan. Misalnya, akan mengirim sinyal untuk menarik tangan Anda menjauh dari kompor yang panas.

Studi ini mengingatkan Anda untuk menjaga kualitas tidur terutama ketika Anda sedang mengalami cidera atau sakit. Pastikan kamar tidur sejuk dan gelap serta hindari mengonsumsi kafein menjelang waktu tidur agar Anda bisa mendapatkan tidur berkualitas dan terhindar dari rasa sakit.

(riz/ray)

Komentar