aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Bolehkah Memberikan Makanan Pendamping ASI Berbumbu Manis dan Gurih?

Sunday, 27 January 2019 08:30:31 WIB | Wayan Diananto
Bolehkah Memberikan Makanan Pendamping ASI Berbumbu Manis dan Gurih?
Ibu patut memperhatikan makanan pendamping ASI. (Foto: Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Saat si kecil berusia 6 bulan, para ibu mulai memikirkan makanan pendamping ASI alias MPASI. Banyak ibu enggan memberikan makanan berbumbu atau bercita rasa asin dan manis. Mereka lebih memilih buah dan sayur. Bu, sebelum memilih jenis makanan, Anda harus memastikan bahan makanannya bersih dan aman. Hal itu terungkap dalam peluncuran Oonew Petite Series X Tokopedia di Jakarta Selatan, pekan ini.

Hadir sebagai salah satu narasumber, peneliti bidang gizi, Fasty Arum Utami, S.Gz, M.Sc. Fasty menyarankan, langkah pertama yakni memberikan MPASI cair sekali dalam sehari. Selebihnya si kecil mengasup ASI. Lakukan secara konsisten pada bulan keenam dan ketujuh. Setelah itu naikkan teksturnya menjadi bubur. Setelah berusia 12 bulan, perkenalkan si kecil pada makanan keluarga dengan tekstur lebih lembut.

"MPASI sama dengan makanan dewasa hanya teksturnya yang berbeda. Anda boleh memberikan garam dan gula dalam jumlah terbatas. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengizinkan. Orang dewasa menyukai makanan manis dan gurih. Anak-anak juga suka. Tujuannya mengaktifkan sensitivitas lidah si kecil," terang Fasty kepada tabloidbintang.com.

Teknik memasaknya boleh dikukus atau direbus. Yang penting matang sempurna. "Khusus untuk sayur para ibu harus hati-hati. Terlalu lama direbus, vitamin dan mineralnya bisa rusak atau larut dalam air. Jangan sampai si kecil hanya dapat serat saja. Anda harus menggali informasi soal kandungan gizi buah sayur termasuk cara mengolah daging yang benar," Fasty mengingatkan.

Komentar