aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Arifin Ilham Pernah Mengidap Kanker Nasofaring, Apa Penyebab Utamanya?

Tuesday, 8 January 2019 23:15:30 WIB | TEMPO
Arifin Ilham Pernah Mengidap Kanker Nasofaring, Apa Penyebab Utamanya?
Ilustrasi (Depositphotos.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Hoax tentang berita meninggalnya Ustad Arifin Ilham karena kanker sempat tersebar di masyarakat. Keluarga serta salah seorang sahabat dan presenter Arie Untung pun memberikan klarifikasi bahwa Arifin Ilham hanya sedang dirawat di rumah sakit.

Di dalam akun Instagram miliknya @ariekuntung, pada 8 Januari 2019, pagi, Arie mengunggah foto bersama Ustad Arifin Ilham dan sejumlah artis yang tergabung dalam Kajian Musawarah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Ia menulis: “Jangan percaya hoax. Ini kondisi terakhir beliau. Mohon doanya. Semalam, @kajianmusawarah njenguk beliau didampingi sama kembarannya @gavdaffa. Mohon doanya teman-teman untuk kesembuhan @kh_m_arifin_ilham. Beliau masih dibutuhkan banyak orang.”

Belum diketahui apa penyakit yang diderita Ustad Arifin Ilham hingga menyebabkannya diopname di rumah sakit. Namun akhir Desember lalu, Ustad Arifin Ilham mengaku sempat mengidap penyakit kanker nasofaring dan getah bening.

Arifin sempat menyatakan dirinya sudah sembuh dari kanker. Sayang, beberapa hari terakhir ini, Arifin Ilham pun harus terbaring di rumah sakit. Selain artis, beberapa tokoh pun sempat menjenguk Arifin Ilham. Ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, ada pula Calon Wakil Presiden Nomor Urut 1, Ma'ruf Amin.

Arifin Ilham mengaku pernah mengalami kanker nasofaring. Dilansir dari WebMD, kanker nasofaring merupakan kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut.

Meski para ilmuwan belum menemukan penyebab utama dari kanker ini, namun dipercaya, kanker nasofaring memiliki keterikatan dengan virus Epstein-Barr (EBV).

Dalam penelitian, para ilmuwan menemukan hubungan antara materi genetik atau DNA dari virus yang dapat mempengaruhi DNA di dalam sel-sel nasofaring. Perubahan DNA pun menyebabkan sel tumbuh dan membelah secara tidak normal, sehingga menyebabkan kanker.

Menurut MayoClinic.org, beberapa studi menemukan bahwa resiko terkena kanker nasofaring mengincar mereka yang gemar merokok, meminum banyak minuman keras dan yang bekerja di sekitar debu kayu atau bahan kimia.

Gejala paling umum yang dialami oleh pengidap kanker nasofaring adalah adanya benjolan di leher. Kemudian diikuti dengan penglihatan yang kabur atau ganda, infeksi telinga, sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat dan mimisan.

Jika Anda menemukan gejala penyakit serupa, segera periksakan diri Anda ke dokter. Karena hanya para medis yang berpengalaman yang dapat mendiagnosis dan menanggulangi kanker nasofaring.

TEMPO.CO

Komentar