aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Mengatasi Kesulitan Mengontrol Urine Pasca Melahirkan dengan Peremajaan Vagina?

Tuesday, 4 December 2018 18:20:00 WIB | Wida Kriswanti
Mengatasi Kesulitan Mengontrol Urine Pasca Melahirkan dengan Peremajaan Vagina?
Mengatasi Kesulitan Mengontrol Urine Pasca Melahirkan dengan Peremajaan Vagina? (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Belakangan ini sering kita mendengar istilah peremajaan vagina. Namun kesan yang tertanam pada kebanyakan orang terhadap hal ini cenderung sempit, yakni demi urusan dapur rumah tangga semata. Padahal nyatanya tidak. Tindak peremajaan vagina, dari segi medis juga berfungsi untuk mengatasi gangguan - gangguan kesehatan yang biasa dialami wanita yang sudah menikah dan atau melahirkan. Salah satunya kesulitan mengontrol urine. 

Hal ini dijelaskan secara detail oleh dr. Ni Komang Yeni Dhanasari, SpOG, ahli kebidanan dan kandungan yang berpengalaman dalam bidang ginekologi estetika dalam acara yang digelar Bamed Healthcare, Bamed Women’s Clinic, beberapa waktu lalu. Disebutkan olehnya, bahwa dari masa pubertas hingga masa menopause, vagina mengalami beberapa fase yang dapat menurunkan elastisitasnya akibat perubahan hormon, kehamilan, serta persalinan. 

"Masalah yang umum terjadi adalah pada saat pasca melahirkan, jaringan vagina menjadi kendur, menciptakan rasa longgar dan berkurangnya kepekaan di daerah vagina. Dampaknya termasuk kesulitan untuk mengontrol urine akibat hilangnya kekuatan di uretra karena struktur pendukung pelvis yang lemah," terang dr Ni Komang Yeni Dhanasari, SpOG. 

Dok. tabloidbintang.com
Dok. tabloidbintang.com

Kemajuan di bidang ginelogi, salah satunya peremajaan vagina atau vaginal rejuvination merupakan kabar baik bagi wanita yang membutuhkan perawatan vagina sebagai dampak perubahan anatomi organ intim tersebut dalam fase - fase kehidupan yang salah satunya kemudian mengganggu kemampuan mengontrol urine. Dikemukakan Dr. Yassin Yanuar Mohammad, SpOG (K), M.SC, CEO Bamed Healthcare Group dalam acara yang sama, tindak peremajaan vagina untuk mengatasi gangguan yang dialami dapat dilakukan secara invasif (operasi), semi invasif, maupun non-invasif. "Layanan diberikan berdasarkan hasil diagnosis ahli serta kebutuhan pasien," ujarnya. 

Ditambahkan dr. Ni Komang Yeni Dhanasari, SpOG, peremajaan vagina bukan sekadar untuk mencari kenikmatan seksual. Akan tetapi juga bertujuan untuk membantu wanita meraih kematangan fisik sehingga mereka bisa semakin meningkatkan kepercayaan dirinya sekaligus kualitas hidupnya. 

"Peremajaan vagina bukanlah suatu hal yang tabu untuk dibicarakan sehingga perempuan tidak usah malu untuk mengemukakan kebutuhannya dan mencari solusi akan hal ini,” pungkasnya. 

(wida / wida)

Komentar