aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Lindung Mata Anda Dari Gelombang Cahaya Biru Akibat Gadget

Monday, 15 October 2018 12:45:45 WIB | Wayan Diananto
Lindung Mata Anda Dari Gelombang Cahaya Biru Akibat Gadget
ilustrasi (unsplash.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Sebelum tidur, Anda mematikan lampu kamar, lalu merebahkan diri di kasur. Biasanya, Anda tidak langsung tidur karena mata belum sepenuhnya mengantuk.

Lalu Anda mengambil gawai, membaca berita atau berseluncur ke toko daring sembari  mengobrol dengan teman di aplikasi WhatsApp. Tanpa Anda sadari mata terpapar gelombang cahaya biru yang dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa berujung pada musibah untuk mata Anda. 

Sebetulnya kebiasaan main gadget sambil tiduran bukan hanya milik ibu-ibu. Anak-anak pun sekarang senang bermain gadget di kasur sambil mengerjakan tugas sekolah.

Mengingat, sumber tugas biasanya didapat dari internet. Spesialis mata dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, dr. Astrianda N. Suryono, SpM(K), mengingatkan, membaca adalah aktivitas jarak dekat. Mata yang dipakai membaca atau memantau gadget selama lebih dari sejam akan kelelahan. 

“Efek mata lelah berbeda pada setiap orang. Ada yang matanya merah, berair (karena produksi air mata menjadi berlebih), hingga pusing. Jangan memaksakan mata terpaku pada gadget atau komputer lebih dari sejam. Kalau sudah sejam, ambil jeda. Gunakan mata untuk melihat benda jarak jauh selama 15 atau 20 menit untuk merelaksasi otot-otot pada mata,” terang Astrianda dalam wawancara empat mata dengan Bintang, di Jakarta, pekan lalu. 

Saat “bercanda” dengan gadget, mata terpapar gelombang cahaya biru. Sejumlah artikel kesehatan menyebut gelombang sinar biru berdampak buruk. Dalam jangka panjang selain merusak retina dan siklus tidur alami, gelombang sinar ini memperbesar risiko katarak. Astrianda mengajak masyarakat untuk tidak fokus pada kerusakan yang ditimbulkan melainkan bagaimana mencegahnya. Pertama, meneteskan air mata buatan tanpa bahan pengawet. 

Kedua, meluruskan salah kaprah bahwa di tempat gelap, sinar yang dihasilkan layar gadget bisa dijadikan penerang.

“Itu salah. Mata kita memiliki pupil yang bertugas mengatur jumlah sinar yang masuk ke indra penglihatan. Dalam kondisi terang, pupil mengecil. Di ruang gelap, pupil otomatis melebar. Kalau disorot oleh cahaya terang yang dihasilkan layar gadget, mata kemasukan terlalu banyak sinar sehingga tingkat kerusakan mata meninggi,” ia menukas.

(wyn / gur)

Komentar