aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Wanita Karier yang Divonis Kanker Payudara Tetap Bisa Bekerja, Asal…(2 -selesai)

Monday, 15 October 2018 22:40:23 WIB | Rizki Adis Abeba
Wanita Karier yang Divonis Kanker Payudara Tetap Bisa Bekerja, Asal…(2 -selesai)
Wanita Karier yang Divonis Kanker Payudara Tetap Bisa Bekerja, Asal…(Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Membayangkan proses pengobatan yang panjang, menguras tenaga dan emosi, membuat pasien kanker kerap berpikir masa depan tak ada lagi dan impian untuk kembali bekerja tidak mungkin diraih. 

Jangan Terlalu Lelah

Tidak ada kaitan langsung antara proses kemoterapi dengan kemampuan intelektual atau performa seseorang dalam bekerja. Menurut Aru, efek samping kemoterapi bisa berat tapi bisa juga ringan.

“Kemoterapi tidak secara langsung memengaruhi performa kerja seseorang. Hal itu sangat bergantung pada banyak faktor seperti usia dan apakah pasien memiliki komorbiditas atau penyakit-penyakit lain yang menyertai,” Aru menyambung.

Ia menambahkan, “Untuk kemampuan berpikir, biasanya tidak dipengaruhi pengobatan kanker kecuali pasien sudah lemah secara psikologis. Misalnya, karena ia terlalu memikirkan penyakitnya dan sebagainya.”

Wanita Karier yang Divonis Kanker Payudara Tetap Bisa Bekerja, Asal…(Depositphotos)
Wanita Karier yang Divonis Kanker Payudara Tetap Bisa Bekerja, Asal…(Depositphotos)

Mengenai batasan fisik, Aru tidak bisa mematok dengan pasti berapa lama durasi bekerja yang ideal untuk wanita karier pengidap kanker. Yang perlu diingat, jangan sampai beban kerja menyebabkan stres dan kelelahan karena akan berdampak pada proses pengobatan. 

“Kelelahan yang berlebih menyulitkan siklus kemoterapi berikutnya. Di lain pihak, bekerja mampu menguatkan kondisi kejiwaan seseorang karena dengan bekerja, gairah hidup mereka tetap tinggi. Saya tidak melarang pasien kanker bekerja sepanjang mereka menyukai pekerjaan itu dan tahu batasan fisiknya,” Aru mengakhiri perbincangan.

(riz / gur)

Komentar