aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Abai Vaksi MR, Jumlah Kasus Campak Menurun Namun Kasus Rubela Meninggi

Sunday, 7 October 2018 22:00:57 WIB | Wayan Diananto
Abai Vaksi MR,  Jumlah Kasus Campak Menurun Namun Kasus Rubela Meninggi
Abai Vaksi MR, Jumlah Kasus Campak Menurun Namun Kasus Rubela Meninggi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Spesialis anak dari Poliklinik Advance RSIA Bunda Jakarta, dr. Abdullah Reza, SpA menerangkan MR singkatan dari Measles Rubella. Keduanya infeksi yang disebabkan virus.

Gejala measles dan rubela mirip yakni demam dan muncul ruam di kulit. Ruam pertanda kulit telah terkelupas. Masalahnya pada campak, yang terkelupas bukan hanya kulit tubuh. 

“Pengelupasan bisa terjadi pada kulit saluran pernapasan, itu sebabnya campak menjelma jadi batuk, pilek, dan pneunomia (radang paru-paru). Pengelupasan kulit saluran pencernaan juga bisa, kemudian disusul diare. Kulit selaput otak juga bisa mengelupas dan memicu radang otak. Campak itu berat. Orang bilang infeksi rubela lebih ringan ketimbang campak,” urai dia.

Abdullah menambahkan, “Bukan berarti rubela bisa disepelekan. Yang dikhawatirkan para dokter, anak yang terkena rubela bisa menularkan virus kepada ibu hamil di sekitarnya. Kemudian memicu terjadinya teratogenik yakni kecacatan janin yang terjadi pada trimester pertama seperti kelainan jantung, kelainan mata, dan otak janin terjangkit mikrosefalus.”

Selama ini, pemerintah Indonesia memberikan imunisasi campak, bukan MR. Hasilnya, jumlah kasus campak menurun namun kasus rubela meninggi. 

bersambung

(wyn / gur)

Komentar