aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Kontroversi Vaksin MR, Kenali Manfaat Vaksinnya dan Bahaya Virusnya!

Sunday, 7 October 2018 20:00:57 WIB | Wayan Diananto
Kontroversi Vaksin MR, Kenali Manfaat Vaksinnya dan Bahaya Virusnya!
Kontroversi Vaksin MR, Kenali Manfaat Vaksinnya dan Bahaya Virusnya! (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Kontroversi vaksin MR memanas sepanjang tahun ini. Majelis Ulama Indonesia (MUI) lewat situs web resminya menerangkan, penggunaan vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII) saat ini dibolehkan (mubah) karena kondisi keterpaksaan (darurat syar’iyyah) dan belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci.

Meski demikian kontroversi tetap saja meruncing. Wali Kota Jambi, Syarif Fasha, sampai melontarkan pernyataan siap menanggung kesalahan akibat pemberian vaksin MR. Yang bikin miris, masih banyak masyarakat yang belum 100 persen paham apa vaksin MR itu.

Spesialis anak dari Poliklinik Advance RSIA Bunda Jakarta, dr. Abdullah Reza, SpA menerangkan imunisasi dan vaksinasi sebenarnya dua hal berbeda. Imunisasi adalah proses membuat tubuh menjadi imun, salah satu caranya dengan vaksinasi. Vaksinasi merupakan proses membuat imun secara aktif. Belakangan masyarakat menyebut vaksinasi sebagai imunisasi untuk menyederhanakan istilah. Prinsip dasar vaksinasi adalah latihan. Tubuh kita ibarat negara. 

“Saat negara dalam kondisi aman, tentara tetap latihan perang. Saat negara terancam, tentara melawan berdasarkan strategi latihan yang selama ini mereka jalani. Dalam kondisi terdesak bukan tidak mungkin warga sipil dipersenjatai untuk membantu perang. Peluang sipil kalah tentu lebih besar. Seperti itulah vaksinasi. Tentara yang berlatih ibarat anak yang divaksin. Mereka lebih siap melawan penyakit,” papar Abdullah kepada Bintang, di Jakarta, pekan lalu.

Kontroversi Vaksin MR, Kenali Manfaat Vaksinnya dan Bahaya Virusnya! (Depositphotos)
Kontroversi Vaksin MR, Kenali Manfaat Vaksinnya dan Bahaya Virusnya! (Depositphotos)

Anak yang divaksin memang tidak 100 persen kebal terhadap penyakit. Saat kena serangan virus atau bakteri, mereka lebih siap dan proses pemulihannya lebih cepat. Vaksinasi menguatkan daya tahan tubuh si kecil 85 sampai 95 persen. Vaksinasi ada tiga tipe. Pertama, memasukkan virus yang telah dilemahkan ke dalam tubuh. Kedua, memasukkan bagian virus ke dalam tubuh. Ketiga, memberi toksin alias racun ke tubuh. Vaksin MR diberikan dengan teknik pertama. 

bersambung

(wyn / gur)

Komentar