aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Mengonsumsi Makanan Yang Dibakar Memicu Kanker. Mitos atau Fakta?

Friday, 5 October 2018 03:30:31 WIB | Wayan Diananto
Mengonsumsi Makanan Yang Dibakar Memicu Kanker. Mitos atau Fakta?
Kanker payudara masih menjadi momok kaum hawa. (Foto: Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Oktober diperingati sebagai bulan peduli kanker payudara internasional. Sejumlah asumsi seputar kanker kembali mencuat. Di antaranya menyoal benarkah mengonsumsi makanan yang diolah dengan teknik dibakar membesarkan risiko terkena kanker termasuk kanker. Asumsi lain menyebut sel kanker yang tertidur bisa bangun lagi jika pasien menjalani pola hidup yang sembrono.

Agar tidak salah kaprah, kami mewawancara Spesialis Bedah Onkologi dari RSUP Fatmawati Jakarta, dr. M. Yadi Permana SpB (Onk), pekan ini. "(Soal makanan yang dibakar memperbesar risiko terkena kanker) betul juga. Dalam makanan yang dibakar terdapat zat karsinogen yakni zat yang sama terdapat dalam rokok. Dalam jangka panjang, ia berpotensi merangsang lahirnya sel-sel kanker di tubuh kita," ujar Yadi kepada tabloidbintang.com di Jakarta.

Ia menambahkan ada 4 tipe kanker payudara berdasarkan tingkat agresivitasnya yakni luminal A, luminal B, her2 positif, dan tripel negatif. Tipe yang disebut terakhir adalah yang paling agresif dan hanya bisa dibasmi dengan operasi, kemoterapi, dan radiasi. Tidak ada pilihan lain. Bagi pasien yang status kankernya dinyatakan 100 persen terkonttol alias menyelesaikan rangkaian pengobatan diharapkan disiplin mematuhi arahan dokter,

"Banyak pasien yang sel kankernya dinyatakan 100 persen terkontrol. Awam menyebutnya sembuh karena sel kanker mereka telah tertidur. Sel kanker tidur itu tidak hanya di kanker payudara. Ia bisa bangun jika pasien tidak mematuhi instruksi dokter terkait pengobatan dan pola makan. (Percuma) dokter bicara sampai berbusa-busa, kalau pasien ngeyel dan kembali ke gaya hidup yang lama," Yadi mengingatkan.

Komentar