aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Ditemukan, Obat Baru Untuk Penderita Kanker Getah Bening alias Limfoma

Monday, 17 September 2018 03:30:31 WIB | Wayan Diananto
Ditemukan, Obat Baru Untuk Penderita Kanker Getah Bening alias Limfoma
Obat baru untuk penderita kanker getah bening alias limfoma ditemukan. (Foto: Dok. tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Kanker masih menjadi momok yang disegani masyarakat. Salah satu yang bulan ini mendapat perhatian, kanker getah bening. Tanggal 15 September kemarin diperingati sebagai Hari Peduli Limfoma Sedunia. PT Ferron Par Pharmaceuticals bersama Cancer Information and Support Center (CISC) mengampanyekan kembali bahaya limfoma alias kanker getah bening kepada masyarakat serta mengulik permasalahan yang sering dihadapi para penyintas limfoma.

Salah satunya, obat-obatan limfoma mahal dan tidak semua masuk dalam jaminan BPJS. Kalaupun ditanggung BPJS, pasien harus melewati prosedur panjang untuk mendapat perawatan memadai dan obat yang dibutuhkan. PT Ferron Par Pharmaceuticals, salah satu pemasar obat kanker untuk terapi limfoma memproduksi obat hasil pengembangan bendamustin, yakni Fonkomustin. Hal itu terungkap dalam gelar wicara "Hidup Lebih Cerdik dengan Lymphoma" di Jakarta, pekan ini.

Fonkomustin produksi PT Fonko International Pharamceuticals, yang merupakan bagian dari Dexa Group. Obat ini dikembangkan para ilmuwan Indonesia untuk penderita limfoma. Karena obat ini diproduksi di Indonesia, otomatis harga lebih terjangkau.

"Dengan obat ini, diharapkan penderita kanker getah bening mendapat kualitas hidup yang lebih baik (dengan elemen bendamustin-rituximab di dalamnya). Produk ini lebih direkomendasikan jika dibandingkan dengan kemoterapi standar yang memiliki lebih banyak efek samping," jelas Presiden Direktur PT Ferron Par Pharmaceuticals , Krestijanto Pandji, kepada tabloidbintang.com.

Sebagai informasi, Bendamustin diproduksi sejak 2014 dan diluncurkan pada awal 2018. Elemen obat ini diproduksi dengan kualitas standar Eropa dan saat ini diproses agar masuk formularium nasional. Dengan demikian dapat digunakan segera oleh pasien BPJS. Produk ini kini digunakan untuk pasien limfoma dan direkomendasikan di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta.

Komentar