aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Ketika Pasangan Divonis Punya Masalah Kesehatan Reproduksi (1)

Sunday, 16 September 2018 23:59:06 WIB | Rizki Adis Abeba
Ketika Pasangan Divonis Punya Masalah Kesehatan Reproduksi (1)
Ketika Pasangan Divonis Punya Masalah Kesehatan Reproduksi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Dalam survei yang dilansir situs Healthy Women, satu dari empat wanita mengaku isu soal ketidaksuburan memberi pengaruh negatif dalam rumah tangga mereka.

Ketika pernikahan dihadapkan pada masalah sulit mendapat momongan, ada tendensi pasangan akan fokus pada siapa yang harus disalahkan. Akibatnya, salah satu pihak akan merasa inferior, yang lain merasa superior. 

Satu pihak kecewa, sementara pihak lain merasa bersalah. Jika tidak dikomunikasikan dengan jernih, kondisi ini bisa menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja. Agar obrolan seputar kesuburan menemukan titik terang, cobalah melakukan 5 hal berikut ini:

Bicarakan dalam suasana tenang

“(Mungkin) membingkai ulang percakapan soal masalah kesuburan bisa dijadikan langkah awal. Menyalahkan diri sendiri, perasaan bersalah, dan malu akan memainkan peranan besar dalam diri mereka yang tengah bergulat dengan masalah ketidaksuburan,” ungkap Direktur Medis Rumah Sakit Progyny, New York, AS, Dr. Alan B. Copperman.

Menurutnya, membahas masalah kesuburan dengan suasana sedih sangat tidak dianjurkan. Ketahuilah langkah apa saja yang dibutuhkan untuk memulai percakapan yang sehat, terbuka, serta jujur dengan pasangan ketika Anda dan si dia siap. 

Mencari fakta

Jangan berbicara tanpa fakta dan informasi mumpuni. “Kebanyakan pria dan wanita tidak benar-benar paham soal fakta-fakta kesuburan,” beri tahu Kepala Pengembangan Pelayanan Pasien di Rumah Sakit Progyny, Dr. Georgia Witkin.

Ketika pernikahan yang sudah berjalan lama tidak kunjung dikaruniai momongan, jangan buru-buru mencari kambing hitam. Konsultasikan ke dokter dulu. Witkin mengingatkan, sangat penting untuk mempelajari tingkat ketidaksuburan dan variasi pengobatannya. Konsultasi dengan dokter memungkinkan Anda mendapat fakta yang lebih akurat, saran, dan solusi.

bersambung

(riz / gur)

Komentar