aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Tindakan Bedah untuk Penanganan Jantung Tidak Semenakutkan Dulu, Benarkah?

Friday, 31 August 2018 22:15:00 WIB | Yuriantin
Tindakan Bedah untuk Penanganan Jantung Tidak Semenakutkan Dulu, Benarkah?
Tindakan Bedah untuk Penanganan Jantung Tidak Semenakutkan Dulu, Benarkah? (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Mendengar prosedur operasi, pasien kerap merinding. Seiring berkembangnya teknologi, rasa takut ini bisa direda lewat teknik minimal invasif. 

Teknik dengan sayatan minimal sehingga mengurangi jumlah luka dan rasa sakit yang timbul pasca operasi. Risiko komplikasi teknik ini juga lebih rendah dibanding operasi umumnya sehingga waktu dirawat di rumah sakit lebih singkat. 

Teknik ini bisa dimanfaatkan untuk pasien yang mengalami gangguan jantung dan urologi. Dokter spesialis jantung, konsultan kardiologi intervensi, Wishnu Aditya mengungkapkan sekitar 75 persen kasus jantung koroner bisa ditangani dengan teknik minimal invasif. 

(Ist)
(Ist)

"Dulu, prosedur perbaikan jantung hanya bisa dicapai dengan tindakan operasi. Dadanya dibuka, organ jantung terlihat baru bisa diperbaiki," ucap dokter yang praktik di rumah sakit Pondok Indah cabang Pondok Indah ini. 

Kini, dengan teknik intervensi jantung non bedah, masalah jantung koroner bisa ditangani dengan kateterisasi jantung. Caranya, dengan menggunakan akses pembulh darah badan untuk mencapai jantung tanpa perlu melakukan pembedahan di area dada (open heart surgery). 

Solusi minimal invasif ini juga diterapkan dalam bidang urologi. Dokter spesialis urologi, Hery Tiera mengatakan sekitar 90% masalah urologi bisa ditangani dengan minimal invasif. 

"Sehingga membuat pasien rata-rata lebih aman, nyaman, dan mau menjalani tindakan yang otomatis bisa memperbaiki masalah kesehatan," ujar Hery. 

Hery menerangkan rencana penanganan masalah urologi biasanya dimulai dari tahap conservative treatment. "Artinya tanpa tindakan medis atau tindakan yang bersifat non invasif. Baru naik ke minimal invasif, baru naik lagi ke open surgery," imbuhnya. 

(yuri / wida)

Komentar