aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Sulit Terdeteksi, Ini Usia Tepat Melakukan Deteksi Dini Skoliosis

Thursday, 19 July 2018 23:00:00 WIB | Yuriantin
Sulit Terdeteksi, Ini Usia Tepat Melakukan Deteksi Dini Skoliosis
Sulit Terdeteksi, Ini Usia Tepat Melakukan Deteksi Dini Skoliosis (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Skoliosis pada anak kecil atau remaja umumnya tidak menimbulkan gejala. Umumnya, anak di bawah usia 17 tahun tidak akan merasakan gejala.

"Karena tubuh masih optimal, semua organnya masih berfungsi dengan optimal," ungkap ahli fisiologi dan anatomi, Labana Simanihuruk di Jakarta.

Salah satu gejalanya adalah sesak napas. Namun sesak napas biasanya timbul ketika kurva skoliosis di atas 40 derajat.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Untuk deteksi dini, Labana anjurkan perempuan berusia 9-14 tahun sebaiknya melakukan screening skoliosis.

"Jika ada rotasi tulang hingga 5-8 derajat, harus melakukan X-Ray karena X-Ray merupakan metode paling ideal untuk mendeteksi," ucap Labana.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Untuk membedakan skoliosis keturunan atau skoliosis yang bukan keturunan, fisioterapis dari klinik Scoliosis Care, Nistriani T. P Kusaly memberi penjelasan.

"Kalau keturunan, ketika puber, skoliosisnya akan menjadi agresif. Dalam 1 tahun, kurva skoliosis bisa bertambah minimal 10 derajat. Kalau bukan karena keturunan biasanya tidak seperti itu," pungkasnya.

(yuri / wida)

Komentar