aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Tak Perlu Ragu Membicarakan Hubungan Seksual dengan Pasangan

Wednesday, 9 May 2018 23:20:24 WIB | TEMPO
Tak Perlu Ragu Membicarakan Hubungan Seksual dengan Pasangan
Ilustrasi kemesraan suami-istri (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Hubungan seksual bagian penting menjaga keharmonisan pasangan suami-istri. Psikolog lulusan Universitas Indonesia, Ajeng Raviando, menjelaskan kalau hal tersebut memiliki makna penting dalam ikatan emosional. Namun, banyak pasangan yang menganggap hal tersebut tidak penting dan bukan prioritas, terutama bila sudah punya anak. 

Di Indonesia, suami istri juga masih banyak yang kurang ekspresif mengenai hubungan seksual. Padahal, hal tersebut bisa jadi lebih menyenangkan dan juga meningkatkan emotional bonding di antara suami dan istri. “Kurang terbuka dan ekspresif mengenai hubungan seksual karena masih tabu, itu pada akhirnya membuat hubungan intim tidak menjadi suatu emotional bonding yang istimewa,” kata Ajeng Raviando.

Pasangan suami istri harus bisa mengetahui keinginan pasangannya, karena itu komunikasi sangat penting. Kalau tidak ekspresif mengenai keinginan masing-masing tentunya akan banyak perasaan yang terpendam. Hal tersebut juga menjadi salah satu alasan terjadinya perceraian.

Ajeng mengatakan, suami istri seharusnya tidak malu membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan seksual ke satu sama lain. Hubungan seksual semestinya dianggap sesuatu yang menyenangkan. “Sekarang banyak yang merasa karena aktivitas banyak banget jadi tidak menyenangkan lagi, terutama bila sudah punya anak. Suami istri harus bisa menjaga hubungan, terus meningkatkan gairah, tidak hanya di awal pernikahan, tapi selama menikah. Kalau tidak ada emotional bonding itu bahaya,” lanjutnya.

TEMPO.CO

Komentar