aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Pesan Tersembunyi dalam Riasan Emma Stone di Golden Globes 2018

Thursday, 11 January 2018 04:30:00 WIB | Agestia Jatilarasati
Pesan Tersembunyi dalam Riasan Emma Stone di Golden Globes 2018
Pesan Tersembunyi dalam Riasan Emma Stone di Golden Globes 2018 (Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Ajang penghargaan di bidang perfilman Golden Globes 2018 pada Minggu (7/1) telah rampung digelar. Meski begitu, perayaan ini masih menyimpan sejumlah cerita. Seperti riasan Emma Stone yang ternyata memiliki pesan tersembunyi.

Pada Golden Globes 2018, selain penghargaan ada isu menarik  bertajuk Time's Up yang diangkat oleh seluruh tamu dan penyelenggara Golden Globes yakni kesetaraan dan perlawanan terhadap kekerasan seksual yang kerap terjadi terutama di dunia hiburan.

Senada dengan gerakan tersebut, Emma Stone pun mengikuti parade gaun hitam sebagai tanda keikutsertaan melawan kekerasan seksual dan kesetaraan gender. Namun ternyata, tidak hanya gaun hitamnya saja, riasan yang ia gunakan di acara Golden Globes 2018 juga memiliki pesan kesetaraan gender atau biasa disebut feminisme, seperti dilansir Allure.

Adalah Rachel Goodwin yang membantu Emma untuk menyampaikan pesan tersebut lewat riasan."Beberapa orang memutuskan untuk menahan diri dengan makeup mereka, tetapi saya bertanya pada diri saya sendiri bagaimana saya bisa mengirim pesan dengan keindahan yang sesuai (dengan gerakan Time's Up)?" ujar Rachel.

Akhirnya Rachel melakukan riset dan akhirnya ia terinspirasi dari  Women's Suffrage Movement atau Gerakan Hak Milik Perempuan pada awal 1900-an. "Saya menemukan spanduk, selempang, pin, dan perhiasan yang luar biasa yang dimiliki wanita dari gerakan tersebut dan mereka semua memiliki ketiga warna ini yakni hijau, ungu, dan putih. Itulah warna Suffragist," papar Rachel.

Dok. tabloidbintang.com
Dok. tabloidbintang.com

Alhasil, diterapkanlah ketiga warna Suffragist kepada wajah cantik Emma Stone. "Matanya berwarna hijau, bibir dan pipinya berwarna ungu, dan ada bagian putih di bagian dalam matanya dan di sepanjang alisnya," terang Rachel.

Ketika mengetahui makna dari riasan yang diterapkan Rachel kepadanya, Emma sangat senang dan antusias. "Dalam literatur, ungu adalah warna kerajaan yang mewakili darah kerajaan yang mengalir melalui pembuluh darah setiap Suffragette. Insting mereka untuk bebas dan bermartabat. Putih berarti kemurnian dalam kehidupan bermasyarakat dan pribadi. sedangkan hijau adalah harapan. itulah mengapa mereka (Women's Suffrage Movement) memilih warna itu dan ketika saya menjelaskan kepadanya (Emma, dia sangat senang," ungkap Rachel.

"Sentimen keseluruhan malam ini adalah tentang setiap orang yang hadir bersaman-sama dalam aksi solidaritas dan bergerak melawan kekerasan seksual, dan ini menjadi pesan yang sangat penting. Kami tahu (feminisme) akan menjadi sentimen malam ini," tutup Rachel.

(ages / wida)

Komentar