aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Aura Kasih: Dari Bob Pendek ke Rambut Panjang

Monday, 4 December 2017 04:00:57 WIB | Wayan Diananto
Aura Kasih: Dari Bob Pendek ke Rambut Panjang
Aura Kasih: Dari Bob Pendek ke Rambut Panjang (Markuat / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Dari SD sampai SMP kelas 3 potongan rambut Aura Kasih bob superpendek.

"Orang bilang, rambut saya bondol. Perubahan gaya rambut terjadi setelah lulus SMP. Saya tinggal dengan nenek dan tante. Dari mereka, saya belajar menjadi perempuan. Bahwa perempuan itu rambutnya hitam dan panjang. Dengan begitu, terlihat cantik, keren, dan enak dilihat. Sejak itu saya berpikir, rambut enggak boleh pendek lagi,” kenang pelantun “Mari Bercinta" itu.

Semasa sekolah, ada dua pelajaran yang paling disukai Aura yakni agama dan olahraga. Di dua pelajaran itu, ia selalu mendapat nilai besar. Agama misalnya, nilainya 9. Olahraga paling jelek dapat nilai 8. Pelajaran yang paling menjengkelkan bagi Aura, matematika.

“Aduh, saya tidak bisa berhitung. Sejak dulu kalau berhadapan dengan matematika, saya selalu bilang kepada teman sekelas, 'Ah sudahlah! Tolong, dong dihitungkan, saya tahu beres saja,” ungkap pemain sinetron Asisten Rumah Tangga itu.

Saat meniti karier di dunia seni, Aura sempat memangkas pendek rambutnya. Namun sejak lebih banyak mendapat tawaran akting, ia membiarkan rambutnya memanjang lagi. Rambut hitam dan panjang membuat Aura identik dengan citra cantik feminin.

Aura Kasih: Dari Bob Pendek ke Rambut Panjang (Seno / tabloidbintang.com)
Aura Kasih: Dari Bob Pendek ke Rambut Panjang (Seno / tabloidbintang.com)

“Saya tidak pernah membangun citra semacam itu. Citra itu muncul dengan sendirinya. Inilah saya. Gaya berbusana dan gaya rambut saya selalu simpel. Pernah saya tampil blonde. Beberapa teman bilang, 'Kamu kayak artis Korea.' Saat saya mengembalikan warna rambut menjadi hitam, mereka bilang, 'Kamu tampak lebih simpel dan anggun.' Sudah berusia 30 tahun, saya memang harus anggun ha ha ha!” cerita Aura.

Diakui Aura Kasih, anggun kemudian identik dengan gaun. Ini sering membuatnya kesal. Kalau boleh memilih dan diizinkan, Aura ingin melangkah ke karpet merah dengan jumpsuit atau celana jin yang dipadukan dengan kaus.

“Jujur, saya kurang suka gaun. Menurut saya gaun itu kurang simpel. Sekali mengenakan gaun, Anda harus memikirkan aksesori lain dari kepala sampai kaki. Kesannya jadi kurang apa adanya,” jelas dia. 

(wyn / gur)

Komentar