aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

3 Hal Yang Patut Diperhatikan Sebelum Menjalani Suntik Filler

Friday, 3 November 2017 02:45:46 WIB | Wayan Diananto
3 Hal Yang Patut Diperhatikan Sebelum Menjalani Suntik Filler
Sebelum menjalani suntik filler, konsultasi dulu dengan dokter Anda. (Foto: Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Masih menyoal suntik filler. Sejumlah perempuan bertanya kapan idealnya menjalani suntik filler. Kaum hawa beranggapan, suntik filler sebaiknya dilakukan saat jumlah kolagen (salah satu protein penyusun tubuh manusia khususnya membangun tulang, gigi, sendi, otot, dan kulit) mulai berkurang. Biasanya, berkurangnya volume kolagen mulai terjadi pada usia 25 tahun.

dr. Danu Mahandaru, SpBP-RE dari The Clinic Beautylosophy Jakarta menerangkan, "Penurunan kolagen terjadi saat Anda berusia 25 sampai 30 tahun dan mencapai puncaknya di usia 40 tahunan. Perempuan lalu bertanya kapan sebaiknya suntik filler? Jawabnya, saat mental Anda siap. Misalnya, Anda ingin hidung mancung tapi usia baru 14 tahun. Saya tidak akan merekomendasikan suntik filler. Mengapa? Karena sebagai dokter saya mempertimbangkan efek psikologis Anda."

Bisa jadi, Anda belum siap saat ditanya teman sekolah, "Hidung kamu kok, mancung sekarang? Itu disuntik ya?" Namun dalam kondisi darurat bisa saja, anak berusia belasan menjalani suntik filler. Contohnya, korban kecelakaan yang mengalami cacat fisik. Mereka direkomendasikan suntik filler untuk meningkatkan rasa percaya diri pascakecelakaan. Ini terkait dengan faktor psikososial.

Bagi Anda yang ingin menjalani suntik filler, ada 3 hal yang patut diperhatikan yakni:

  1. Product knowledge. Apakah produk yang Anda gunakan baik? Apakah ada efek samping dari penggunaan suntik filler?

  2. Apa yang Anda tuju dari perawatan ini? "Misalnya, ingin hidung mancung. Diskusikan dulu dengan dokter, karena apa yang Anda inginkan belum tentu bagus dalam pandangan medis. Diskusi mendalam sangat penting. Banyak pasien memiliki tujuan yang menurut saya kurang realistis. Contohnya, pasien keturunan Jawa tapi mau hidungnya mancung seperti orang Arab, hasilnya akan jadi aneh," Danu menukas.

  3. Tujuan suntik filler bukan untuk menjadi orang lain. Pada dasarnya, setiap wanita dan pria lahir dalam kondisi cantik serta ganteng di jalan masing-masing. "Anda ingin bibir sesensual Angelina Jolie? Pikirkan dulu, apakah bentuk bibir Angelina itu cocok dengan struktur wajah Anda? Belum tentu," Danu mengingatkan.

Komentar