aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Naya-Dinar-Novi-Sarah, Mengubah Stigma Produk Kecantikan Lokal dengan Rollover Reaction

Sunday, 19 February 2017 05:00:27 WIB | Yuriantin
Naya-Dinar-Novi-Sarah, Mengubah Stigma Produk Kecantikan Lokal dengan Rollover Reaction
Naya-Dinar-Novi-Sarah, Mengubah Stigma Produk Kecantikan Lokal dengan Rollover Reaction (dok. Pribadi)

TABLOIDBINTANG.COM - Para pengusaha muda pasti punya kisah perjuangan masing-masing. Ada yang susah payah mencari modal, diragukan, hingga ada yang bangkrut berkali-kali.

Namun, bagi Naya Tinanda Nabila (23) dan ketiga temannya yakni Dinar Amanda, Novianti Haryanto, dan Sarah Novia, kisah mereka adalah upaya memenangi hati konsumen yang disasar. 

Pasalnya, Naya dan teman-temannya merintis bisnis produk kecantikan yang umumnya didominasi merek-merek luar negeri. Nyali pun sempat surut. “Awalnya takut dengan stigma masyarakat tentang kosmetik lokal, ragu apakah produk kami akan diterima," kenang Naya yang ditemui dalam konferensi pers talk show Creativepreneur Corner 2017. 

Terdorong keinginan untuk menciptakan produk kosmetik lokal yang menjadi raja di negeri sendiri, empat sekawan lulusan Prasetiya Mulya dan Institut Teknologi Bandung ini akhirnya mantap merilis label Rollover Reaction pada Maret 2016 lalu. "Kami sering bertanya-tanya kenapa kalau pergi ke mal, semua yang ditemui brand luar negeri. Sayang banget padahal negara kita punya sumber daya dan kemampuan untuk bersaing secara internasional,” tukas Naya.

Naya-Dinar-Novi-Sarah, Mengubah Stigma Produk Kecantikan Lokal dengan Rollover Reaction (dok. Pribadi)
Naya-Dinar-Novi-Sarah, Mengubah Stigma Produk Kecantikan Lokal dengan Rollover Reaction (dok. Pribadi)

Mereka pun memantapkan langkah dengan serius mengadakan riset selama 2 tahun. Salah satu tujuan riset, untuk mengetahui produk kecantikan yang bisa menjangkau banyak orang. Hasilnya, lipstik jadi produk dasar dan wanita lebih mudah mencoba jenis lipstik baru dibanding produk kecantikan lain. Berbekal riset, Rollover Reaction mengeluarkan koleksi Sueded! yang terdiri dari 10 variasi produk bibir. 

Setelahnya, mereka mencari cara agar bisa menembus pasar yang diinginkan. Caranya, membuat kemasan, branding, dan strategi pemasaran yang beda dengan yang dilakukan produsen lokal umumnya. Strategi ini membuahkan hasil. "Akhirnya ada yang berani coba dan suka, sampai ada yang mengira ini produk dari luar. Ini jadi satu kebanggaan buat kami,” ujar Naya.

Keempat wanita yang menjalin pertemanan sejak 2014 ini terus mengembangkan nilai lebih produk mereka agar mampu memenangi persaingan. Yaitu, kegunaan produk yang multifungsi. Semua produk Rollover Reaction bisa digunakan sebagai perona pipi dan perona mata selain pemulas bibir. 

Menyasar wanita modern dengan segudang aktivitas, produk Rollover Reaction mengutamakan kepraktisan. "Wanita sekarang enggak punya banyak waktu di meja rias, jadi mereka ingin makeup yang praktis dan ini yang kami sediakan,” ungkap Naya.

Sesuai dengan misi yang diusung sejak awal, semua bahan baku Rollover Reaction berasal dari dalam negeri dan proses produksinya juga dilakukan di sini. "Enggak ada keraguan sama sekali, Indonesia punya sumber daya manusia dan bahan baku yang banyak sekali,” tegasnya. 

Produk Rollover Reaction dipatok dengan harga 119 ribu rupiah dan bisa diperoleh secara daring. Setiap tahunnya, mereka juga berkolaborasi dengan beauty influencer untuk proses pemilihan warna produk dan dengan para visual artist untuk merancang desain kemasan produk. "Kami ingin mendukung industri kreatif Indonesia dan para pelaku seni agar tetap berkarya dan bisa menginterpretasikan makna kecantikan dalam suatu produk,” sambung Naya.

Naya-Dinar-Novi-Sarah, Mengubah Stigma Produk Kecantikan Lokal dengan Rollover Reaction (dok. Pribadi)
Naya-Dinar-Novi-Sarah, Mengubah Stigma Produk Kecantikan Lokal dengan Rollover Reaction (dok. Pribadi)

Harapan Naya, bisnis yang telah mempekerjakan belasan orang ini bisa merambah jenis produk kecantikan lain dan tentunya mengubah stigma tentang produk kecantikan lokal. "Kami ingin mengubah stigma bahwa produk lokal itu jelek, tidak berkualitas, kalah dengan produk luar negeri. Jangan sampai kita cuma jadi pemakai dan pembeli brand kosmetik luar saja,” tandasnya.

Kini, bisnis yang dimulai dengan modal 200 juta rupiah ini telah menjangkau seluruh Indonesia, bahkan telah menjangkau Singapura. Dengan persiapan yang matang, bisnis ini telah balik modal sejak bulan pertama berjalan. 

Mungkin, harapan empat sekawan yang dituangkan dalam nama Rollover Reaction terkabul. Makna Rollover Reaction yang berarti reaksi berulang-ulang, tampaknya berhasil membius para pelanggannya untuk setia dan menggunakan produk ini berulang kali. 

(yuri/gur)

Komentar