aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Kiat Mengurangi Kerontokan Rambut Pascapersalinan

Thursday, 31 December 2020 22:00:55 WIB | aura.co.id
Kiat Mengurangi Kerontokan Rambut Pascapersalinan
Kerontokan rambut normal dialami wanita setelah melahirkan. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Selama kehamilan, rambut terasa lebih tebal. Namun setelah melahirkan, yang terjadi sebaliknya. Ketika menyisir, keramas, bahkan ketika mengucir rambut, Anda mendapati banyak helai rambut yang rontok. Adalah cara meminimalkan kerontokan rambut pascapersalinan ini?

Normal

Kerontokan rambut normal dialami wanita pascapersalinan. Dokter Alberta Claudia Undarsa, menerangkan kerontokan rambut ini dipengaruhi faktor hormonal.

“Selama kehamilan ada peningkatan hormon estrogen dalam tubuh calon ibu. Ditambah saat hamil, volume darah meningkat dari kondisi normal. Nah, meningkatnya kadar hormon estrogen, volume, serta peredaran darah ini memperkuat rambut. Inilah mengapa saat hamil, wanita biasanya merasa kerontokan rambut berkurang,” ujar dr. Alberta.

Akan tetapi setelah melahirkan, kondisi hormon estrogen, volume, dan sirkulasi darah kembali normal. Sehingga rambut yang seharusnya rontok pada masa kehamilan ikut berguguran. “Jadi jangan kaget melihat jumlah rambut rontok lebih banyak daripada biasa. Sebenarnya, volume rambut rontok pascapersalinan jumlahnya lebih sedikit, dibandingkan dengan volume rambut yang seharusnya rontok pada sembilan bulan masa kehamilan. Namun karena terjadi pada waktu bersamaan, helai rambut rontok terlihat sangat banyak. Kerontokan rambut setelah melahirkan ini akan terjadi selama tiga sampai enam bulan lamanya,” papar dokter berparas ayu ini.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Perawatan dari Luar dan Dalam

Meski kerontokan rambut ini normal terjadi, rambut dan kulit kepala tetap harus dirawat untuk meminimalkan kerontokan. Perawatan rambut baik dari dalam maupun luar membantu mengatasi masalah kerontokan ini.

“Perawatan dari dalam itu bisa dilakukan dengan memenuhi asupan nutrisi untuk rambut seperti vitamin B, D, E, seng, zat besi, dan protein,” jelas Alberta. Ia mencontohkan, vitamin B bisa diperoleh dari daging dan bayam, vitamin D dari sinar matahari (yang terbaik adalah sinar matahari pagi dan sore—red.), serta vitamin E dari kacang almon, kuaci, dan avokad. Sementara kacang merah diketahui kaya akan zat besi, tiram dan hati mengandung seng.

Sementara itu, penggunaan produk perawatan rambut seperti sampo, kondisioner, masker, tonik, dan vitamin khusus untuk rambut rontok juga dapat memperkuat rambut. “Dalam memilih produk rambut, perhatikan kandungannya. Yang terpenting, apakah produk perawatan rambut pilihan Anda mengandung vitamin B, D, dan E yang baik untuk menutrisi rambut,” terangnya.

Durasi perawatan rambut untuk wanita pascapersalinan sama dengan untuk orang biasa. Artinya, keramas dengan kondisioner dilakukan sebanyak 2-3 hari sekal, dilanjutkan dengan penggunaan vitamin dan tonik rambut. Alberta juga menyarankan untuk mengurangi aktivitas menata rambut seperti memakai catok, blow, mengeriting, dan sebagainya selama kerontokan parah masih terjadi.

Satu lagi yang juga efektif mengurangi kerontokan rambut, pijatan pada kulit kepala. “Peredaran darah yang baik di kepala meningkatkan kekuatan rambut dan hal ini bisa didapatkan melalui pijatan pada kepala. Pijatan ini bisa dilakukan di salon kecantikan atau Anda lakukan sendiri di rumah. Caranya, pijat lembut kepala dengan kedua tangan dari bagian depan rambut, kemudian ke bagian atas lalu ke bagian belakang kepala. Lakukan selama 5-10 menit setiap Anda keramas,” pungkas Alberta. J Agestia/ Foto dr. Alberta: Agestia Jatilarasati

Komentar