aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Mengenal Proses Implan Payudara yang Semakin Digemari Sebagian Perempuan

Tuesday, 23 July 2019 21:45:49 WIB | Khairiyah Sartika
Mengenal Proses Implan Payudara yang Semakin Digemari Sebagian Perempuan
Ilustrasi (Depositphotos.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Semakin banyak perempuan rela melakukan apapun demi mendapatkan kecantikan, khususnya ketika berbicara mengenai payudara.

Seperti yang dapat kita lihat sekarang, fenomena pembesaran payudara melalui implantasi menjadi opsi banyak perempuan khususnya para selebriti untuk memperbesar ukuran payudara.

Entah memang demi kepuasan diri atau pasangan, pembesaran payudara kian marak. Herannya tak menjadi sebuah ketakutan bagi perempuan yang melakukan itu.

Dikenal dengan istilah breast augumentation atau augumentation mammoplasty, prosedur ini merupakan upaya meningkatkan atau memperbesar ukuran payudara melalui proses pembedahan.

Bagi beberapa perempuan, mungkin ini memang merupakan upaya meningkatkan kepercayaan diri. Namun dari segi kesehatan, proses ini dapat menjadi pilihan rekonstruksi setelah operasi kanker payudara atau penyakit lain yang menyerang payudara.

Seperti dibahas Mayoclinic, selama prosedur, implan payudara diletakkan di bawah jaringan tisu atau otot dada. Terdapat tiga jenis implantasi yakni saline implant, silicone implants dan alternative composite implants.

Dibalik semua ini, tentu ada berbagai resiko yang dihadapi setiap wanita yang ingin menjalankannya. Di antaranya, dapat meninggalkan bekas luka yang mengubah bentuk payudara, nyeri dada, infeksi, perubahan sensitifitas pada puting maupun keseluruhan payudara, kebocoran bahkan robohnya struktur payudara.

Walaupun begitu, prosedur pembesaran payudara memang tak memakan waktu yang lama. Implan payudara dapat dilakukan di rumah sakit, atau ahli bedah dalam waktu sehari.

Prosedur dilakukan melalui tiga potongan, yakni inframammary (lipatan di bawah payudara), axillary (di bawah lengan), dan periareolar (area sekitar puting). Setelah membedah bagian tersebut, ahli bedah akan memisahkan jaringan tisu payudara dari otot dan dada. Ini menghasilkan sebuah kantong yang kemudian dapat diisi oleh implantasi dan kemudian disejajarkan di belakang puting.

Setelah semuanya selesai, seorang pasien mungkin akan mengalami rasa sakit atau pembengkakan selama beberapa minggu. Selama jangka waktu ini, payudara menjadi sangat sensitif terhadap kontak fisik maupun pergerakan tubuh yang berlebihan.

Tentu, hasilnya tergantung masing-masing individu. Ada yang akan puas dengan hasil, bentuk dan ukuran payudaranya setelah melakukan implan. Adapula yang malah mengalami kekecewaan.

Nah, siapkah Anda melakukan ini semua demi mendapatkan payudara yang diinginkan?

Komentar