aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Tak Hanya Kulit Wajah, Ketiak Juga Penting Dirawat

Monday, 6 May 2019 23:59:31 WIB | TEMPO
Tak Hanya Kulit Wajah, Ketiak Juga Penting Dirawat
Jaga ketiak Anda (Deposit Photos)

TABLOIDBINTANG.COM - Deodoran berfungsi untuk mencegah Anda mengeluarkan bau badan tak sedap dan berkeringat, serta menjaga tubuh agar tetap segar sepanjang hari. Perlu Anda ketahui juga, deodoran juga penting untuk melembabkan daerah di bawah ketiak.

Ada dua jenis pelindung keringat di bagian ketiak, deodorant untuk menutupi bau, dan antiperspirant yang mengandung garam aluminium untuk mencegah Anda berkeringat. Beberapa produk di pasar mengandung keduanya, sehingga membuat Anda tetap kering dan berbau segar. Tapi, ada hal yang terlupa dan butuh perhatian juga, yaitu kulit di bagian ketiak.

Jaga ketiak Anda (Deposit Photos)
Jaga ketiak Anda (Deposit Photos)

Selama ini kita hanya mengkhawatirkan kulit wajah. Padahal menurut dermatologist Alicia Barba, semakin menua, Anda harus mulai mengkhawatirkan bagian tubuh lainnya, seperti leher, dada, dan tangan. “Ketika Anda melembapkan kulit di pagi hari setelah mandi, pastikan tidak hanya pada bagian wajah, tapi juga seluruh tubuh, termasuk ketiak,” jelas Alicia seperti dikutip dari laman Bustle.

Jika Anda mengabaikannya, ada konsekuensi yang harus dihadapi. “Misalnya hiperpigmentasi, perubahan warna kulit akibat peradangan karena gesekan, mencukur dan waxing,” tambahnya. Pastikan Anda menggunakan deodoran yang dapat memberikan perlindungan lama dari baru dan basah keringat, serta yang mengandung bahan pereda peradangan. Misalnya deodoran yang mengandung Calendula, yang merupakan ekstrak bunga anti-inflamasi yang membantu menenangkan kondisi kulit sakit, meradang, dan gatal.

Alicia menyarankan agar menggunakan produk yang tidak hanya melindungi Anda dari berkeringat dan bau, tetapi juga bekerja untuk melembabkan kulit halus di bawah lengan. Selain itu, dia mengingatkan agar hati-hati saat mencukur dan waxing. Jika terlalu agresif dapat menyebabkan peradangan yang menyebabkan kerusakan kulit. 

TEMPO.CO

Komentar