aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Alasan Dua Lipa Suka dengan Riasan ala Tahun 1990-an

Sunday, 3 March 2019 13:30:01 WIB | Yuriantin
Alasan Dua Lipa Suka dengan Riasan ala Tahun 1990-an
Soal riasan wajah, Dua Lipa fokus ke mata dan bibir dan dirinya suka ala riasan 90an. (Celeb Mafia)

TABLOIDBINTANG.COM - Soal riasan wajah, Dua Lipa fokus ke mata dan bibir. "Saya suka dengan riasan ala tahun 1990-an, semua tampak sangat natural dengan perona mata yang mencolok atau perona bibir yang terang," ujar penyanyi kelahiran 22 Agustus ini.

Untuk mata, Dua Lipa menaruh perhatian khusus pada alis. Alisnya yang tebal dan hitam kerap membuat kaum hawa iri. Rahasianya, Dua menyapukan perona mata gelap pada alisnya dengan sikat gigi. Ia juga acap tampil dengan garis mata hitam bersayap. 

Sedangkan untuk bibir, wanita yang mengidolakan riasan Lady Gaga ini jatuh hati dengan perona bibir yang mengilap.

"Saya rasa perona bibir mengilap yang transparan adalah yang terbaik karena bisa dikreasikan. Menambahkan hiasan yang berkilauan (glitter) akan memberi kesan glamor," beri tahu pelantun "New Rules" dan “IDGAF” ini. 

Dua Lipa sering menggunakan model rambut panjang dengan belah tengah. (Pinimg)
Dua Lipa sering menggunakan model rambut panjang dengan belah tengah. (Pinimg)

Perubahan terjadi pada model rambut Dua. Ia dikenal dengan rambut panjang belah tengah. Tahun lalu, Dua memangkas pendek rambutnya menjadi model bob di atas bahu. Walau bukan kali pertama berambut pendek, ini rambut terpendek Dua selama berkarier di industri musik. Rambut yang rusak jadi alasan kekasih model dan koki Isaac Carew ini memotongnya pendek.

Beberapa bulan berambut pendek, Dua terlihat memakai berbagai macam wig model bob. Salah satunya, wig pirang dalam video klip "Electricity".  

Saking menyatunya dengan rambut Dua, banyak yang mengira Dua mengecat rambut cokelatnya. Tak hanya itu, Dua pernah tertangkap kamera memakai wig bermodel bob merah, biru sampai hijau. Dua sukses tampil modis tanpa terkesan berlebihan.

(yuri / gur)
 

Komentar