aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Face Contouring Akan Menjadi Tren Perawatan Wajah Para Milenial di 2019

Friday, 7 December 2018 21:00:00 WIB | Agestia Jatilarasati
Face Contouring Akan Menjadi Tren Perawatan Wajah Para Milenial di 2019
Face Contouring Akan Menjadi Tren Perawatan Wajah Para Milenial di 2019 (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Merawat kulit wajah di klinik kecantikan sudah menjadi kebiasaan masyarakat urban saat ini. Meski masih didominasi oleh orang berusia 30 tahun ke atas, namun kini jumlah pelanggan berusia muda perlahan mulai meningkat.

dr. Kartini Ong dari Crystal Aesthetic Clinic, Jakarta menurutkan bahwa minat anak muda untuk melakukan perawatan ke klinik kecantikan meningkat sebanyak 30 persen tahun ini. Mengatasi masalah kulit menjadi alasan para anak muda ini berbondong-bondong datang ke klinik kecantikan.

Namun dr. Kartini menyebut bahwa ada satu perawatan yang mengalami jumlah kenaikan peminat di kalangan generasi milenial, yakni face contouring alias pembentukan wajah. Namun tidak seperti di negeri Ginseng yang menggemari langkah invasif seperti operasi plastik, generasi milenial lebih menyukai face cotouring dengan metode non-invasif seperti filler, laser, botoks dan tanam benang.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

"Pengaruh media sosial itu kuat sekali ya dan anak sekarang hampir semua mempunyai idola masing-masing. Nah, mereka ingin meniru karakteristik bahkan sampai bentuk wajah para idola mereka. Akhirnya karena generasi milenial sifatnya itu lebih berani, maka mereka akan memilih tindakan contouring di wajah merka seperti tanam benang, botoks, laser atau filler," terangnya saat ditemui di acara temu media Crystal Aesthetic Clinic x Mimosa Lux di Jakarta beberapa waktu lalu.

Alasan generasi milenial lebih menyukai metode non invasif untuk face contouring menurut dr. Kartini adalah karena harganya yang relatif terjangkau. "Filler di bibir misalnya, maka dengan anggaran 6 juta rupiah saja dia bisa mendapatkan bibir seperti yang dia inginkan," dr. Kartini memberi contoh.

(ges / wida)

Komentar