aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Ingin Memutihkan Gigi, Sebaiknya Pilih Veneer atau Whitening?

Saturday, 14 July 2018 16:15:02 WIB | Romauli Gultom
Ingin Memutihkan Gigi, Sebaiknya Pilih Veneer atau Whitening?
Memutihkan gigi dengan metode veneer.

TABLOIDBINTANG.COM - Memiliki gigi yang putih dan rapi tentu menjadi dambaan setiap orang khususnya wanita. Hal itu bisa dengan mudah didapatkan melalui kemajuan teknologi untuk mempercantik bentuk gigi dan memutihkan gigi, sehingga senyum pun tampak lebih indah.

Seiring berkembangnya tren khususnya di kalangan selebritas, metode Veneerrupanya menjadi pilihan karena dianggap mampu membuat bentuk gigi lebih rapi dan putih sesuai permintaan konsumen.

Padahal, jika hanya ingin memutihkan Anda bisa juga menggunakan metode Whitening. Lantas, apa bedanya, ya?

Dokter Gigi Jeffry Susanto menjelaskan, untuk menentukan gigi itu butuh Whitening atau Veneer sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih dulu.

“Banyak orang pilih veneer karena ikutan tren. Padahal, kalau hanya ingin giginya putih, cukup whitening saja. Konsultasi dulu ke dokter gigi untuk dilihat bentuk giginya, dan seberapa perlu melakukan treatment tersebut,” kata drg.

Jeffry Susanto di sela Dental Talkshow sekaligus launching Beautylogica Clinic Pejaten, Jakarta, belum lama ini.

Jeffry menuturkan, bedanya adalahwhitening tidak mengubah bentuk dan struktur gigi tapi mengubah warna dasar gigi saja dengan mengaplikasikan gel ke gigi dan ditunggu selama 30 menit dan hasilnya akan keluar. Sementara, untukveneer tentu akan mengubah bentuk dan susunan gigi pasien.

“Pasien bisa request bentuk gigi seperti gigi kelinci, bagian depannya lebih besar, hingga warnanya dibuat lebih putih atau natural. Kebanyakan veneer mereka minta warna gigi dibuat putih banget, padahal sebaiknya disesuaikan juga dengan warna kulit,” ujarnya.

Teknik veneer terbagi menjadi dua yaitu langsung (direct) dan tidak langsung (indirect). Jeffry menjelaskan teknik veneer langsung adalah menggunakan bahan tambalan atau komposit pemutih, sedangkan teknik veneer tak langsung menggunakan bahan porselain sehingga lebih tahan lama.

Menurutnya, teknik ini mampu memperbaiki susunan gigi yang terlalu maju atau tak rapi, patah dan rusak. Teknik veneer menambah lapisan gigi hingga 0,8 milimeter.

Jeffry menyarankan jika ingin gigi lebih putih tanpa mengubah struktur gigi sebaiknya melakukan whitening saja. Tapi, keputusan kembali lagi kepada pasien sesuai kebutuhan dalam pekerjaannya.

“Karena kalau gigi sudah di-veneer maka akan seumur hidup seperti itu, sedangkan whitening jangka waktunya 1-2 tahun. Dan, hindari makan makanan yang keras setelah veneer seperti kacang dan olahan kunyit karena bisa mengubah warna gigi,” jelasnya. 

(uli / gur)

Komentar