aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

4 Novel Asma Nadia yang Paling Menyentuh versi Cut Meyriska

Saturday, 23 July 2016 06:30:51 WIB | Wayan Diananto
4 Novel Asma Nadia yang Paling Menyentuh versi Cut Meyriska
Cut Meyriska (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Syuting dua sinetron harian dalam sepekan tidak menghalangi Cut Meyriska (23) untuk melebarkan karier. Ia masih bisa meluangkan waktu untuk menggarap beberapa single.

Mei 2016, ia melahirkan “Mi Oh My (Wonderful Life)” yang menjadi lagu tema film The Angry Birds Movie. Akhir bulan lalu, Icut, demikian ia disapa, menyambung napas musiknya dengan lagu “Jilbab Traveler”.

Lagu itu menjadi lagu tema film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea yang diadaptasi dari buku Asma Nadia berjudul sama. Aransemen musiknya ditangani Dwiki Dharmawan. Lirik ditulis sendiri oleh Asma. Lagu ini mempererat hubungan Icut dengan Asma.

“Saya membintangi sinetron Catatan Hati Seorang Istri (CHSI) yang disarikan dari tulisan-tulisan Mbak Asma Nadia. Sekarang, dipercaya membawakan lagu yang liriknya ditulis oleh Mbak Asma. Di industri musik, saya masih baru namun mendapat kesempatan membawakan karya orang yang punya nama besar. Alhamdulillah,” tutur Icut.

Karya Asma berpengaruh besar dalam kariernya. Gara-gara tampil di sinetron CHSI, ia identik dengan Hello Kitty. Karenanya, Icut yakin lagu “Jilbab Traveler” juga akan berdampak dalam karier.

Tak sekadar menyanyi dan memainkan karakter novel, Cut Meyriska rupanya mengikuti dan membaca buku-buku Asma Nadia. Aktris kelahiran 26 Mei ini merekomendasikan empat buku Asma yang memuat kisah-kisah menyentuh.

Adakah salah satu rekomendasi Cut Meyriska berikut ini juga merupakan favorit Anda?

1.    Rembulan di Mata Ibu (Mizan, 2000)
Tentang Diah yang bersitegang dengan ibunya. Apa pun yang dilakukan Diah seolah selalu salah di mata ibu. Ia belajar keras agar diterima di universitas di luar kota sekaligus untuk menjauhi ibunya. Mimpi Diah tercapai. Setelah lulus kuliah, ia menjadi wanita karier yang sukses. Suatu hari, ibunya sakit. Diah pulang dan mendapati kenyataan, ibunya tidak pernah memakai uang yang dikirimnya setiap bulan. Ibunya ingin, uang itu digunakan untuk membiayai pernikahan Diah. “Buku ini berupa kumpulan cerpen. Kisah Rembulan di Mata Ibu salah satu yang paling menyentuh dan mengharukan,” Icut berbagi kesan. 

2.    Derai Sunyi (Mizan, 2002)
Asma bertutur tentang hubungan majikan dan pembantu. Si asisten rumah tangga berangan pekerjaan sebagai pembantu bisa memperbaiki hidupnya. Namun, harapan dan kenyataan acap kali tidak sejalan. Kisah di buku ini sering terjadi di sekitar kita. Media beberapa kali memberitakan nasib pembantu di tangan majikan. “Mbak Asma menangkap peristiwa ini lalu dituturkan dalam kisah berbalut nilai-nilai agama yang kita butuhkan,” Icut bercerita.

3.    Catatan Hati Seorang Istri (Lingkar Pena Publishing House, 2007)
Begitu fenomenalnya buku ini sampai media nasional menyebut CHSI buku nonfiksi terlaris tahun 2007. Buku ini kemudian diangkat ke layar kaca pada 2014. Dibintangi Dewi Sandra, Ashraf Sinclair, dan Icut sebagai biangnya antagonis. “Kisahnya mendatangkan empati dari ribuan perempuan di Tanah Air. Karakter Hanna, Mas Bram, dan Hello Kitty menjadi amat ikonis. Bangga rasanya bisa menjadi bagian dari CHSI,” serunya.

4.    Love Sparks in Korea (Asma Nadia Publishing House, 2015) 
Lebaran lalu, buku ini diangkat ke layar lebar. Korea jelas menjadi daya tarik bagi penonton film Indonesia yang belum pernah pelesir ke Negeri Ginseng. “Ini menambah daftar panjang buku-buku Asma Nadia yang difilmkan. Sebelumnya, ada Assalamualaikum Beijing, Rumah tanpa Jendela, Emak Ingin Naik Haji, dan Pesantren Impian,” tutup Icut.

(wyn/gur)

Komentar