aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Catatan Hati Princess Syahrini Lovers Community (PLC)

Saturday, 14 May 2016 09:00:16 WIB | Vallesca Souisa
Catatan Hati Princess Syahrini Lovers Community (PLC)
Syahrini (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Dibutuhkan banyak pengorbanan untuk menjadi penggemar artis ternama.

Bintang  belum lama ini bertemu dengan komunitas penggemar Princess Syahrini Lovers Community (PLC), di bilangan Salemba, Jakarta Pusat.

Kumpulan yang berisi ABG syantiek ini kerap kami temui di setiap acara yang melibatkan sang idola, Syahrini (33).

Tak kenal lelah, personel PLC setia mengikut ke mana pun idolanya pergi. Pagi, siang, hingga tengah malam. Tak surut keinginan menjumpai idolanya meski diterjang hujan dan panas serta menempuh jarak jauh.

“Perjuangan dan pengorbanan kami cukup besar. Demi cinta kami pada Teteh,” ujar salah satu anggota PLC. Komunitas penggemar yang digawangi Keisha, Lely, dan Fauzia ini berbagi kisah perihal keseruan menjadi penggemar Syahrini.

Dok. tabloidbintang.com
Dok. tabloidbintang.com

Terbentuk pada November 2011, anggota PLC tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Khusus di Jabodetabek, jumlah pengikut komunitas ini mencapai 1.000 orang. Kumpulan penggemar ini juga aktif di dunia maya. Mereka membentuk akun-akun media sosial Twitter, Instagram, dan Facebook atas nama @official_syahrini.

“Buat kami, yang pasti dia baik. Dia memiliki talenta unik. Selain menyanyi, dia memiliki kelebihan dalam berbicara. Dia juga cantik,” ungkap Keisha. 

Bagi Dipus, cowok yang juga anggota PLC, Syahrini adalah sumber inspirasinya.

“Suara Teteh itu bagus. Saya terinspirasi dia dalam bernyanyi. Kebetulan saya juga bernyanyi di beberapa tempat. Saya juga menciptakan lagu. Banyak lagu ciptaan saya terinspirasi dia,” bilang Dipus.                  

Kekaguman pada Syahrini, membuat Dipus menciptakan tiga lagu: “Cantik Kali, Ya”, “Tak Sebanding”, “Bukan Karena Sesuatu”.

“Saya membuat lagu bergenre pop ini dalam waktu satu tahun. Senang banget rasanya ketika Syahrini mau menerima CD lagu. Saya memberi CD itu kepada Syarhini tahun lalu. Entah sudah didengar atau belum, saya tidak peduli. Yang penting saya senang lagu itu bisa sampai ke tangannya,” ungkap Dipus. 

Bagi anggota PLC, bisa melihat Syahrini dari jarak lima meter mendatangkan kesenangan tersendiri. Walau sekadar hanya menerima lambaian tangan dari idola, hati berbunga dan senyum pun mengembang. Jangan dikira PLC dapat dengan mudah bertemu dan duduk semeja dengan Teteh, lo.

“Pergi ke setiap konser atau acara, sudah pasti pakai uang sendiri. Pulang malam, kadang pulang pagi.  Sampai harus bolos sekolah dan hujan-hujanan. Terkadang cuma melihat penampilannya saja dari jauh. Foto bareng juga tidak gampang. Kami pernah datang ke sebuah acara Teteh, selesai jam 2 pagi. Enggak ada kendaraan, akhirnya tidur di musala. Hari sudah terang baru pulang,” cerita Fauzia. 

Dok. tabloidbintang.com
Dok. tabloidbintang.com

Tak menjadi artis, tapi pulang pagi bak artis. Hasilnya: dimarahi orang tua. Pertama karena pulang pagi, kedua lantaran ketahuan membolos demi menonton pertunjukan Syahrini. 

Kami bertanya, apa tidak disiapkan kendaraan khusus bagi penggemar? Ternyata hal ini sedang diperjuangkan mereka.

“Kami sudah sering berbicara dengan adiknya, Teh Rani, minta dibelikan minibus. Lumayan untuk transportasi kami menonton Teteh di mana pun. Semoga keinginan kami didengar, jadi dibelikan (minibus). Inilah catatan hati penggemar, Kak,” seloroh Keisha. 

“Jadi penggemar itu lelah, letih, mendingan menjadi reporter. Sudah pasti bisa mengobrol dan semeja dengan Syahrini.”

Namun komunitas ini tetap setia. Tetap berkorban demi melihat idolanya. Hingga hari ini. Mengapa?  “Karena kami sudah terlanjur sayang”

(val/gur)

Komentar