aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

5 Film Lokal Keren Berlatar Luar Negeri versi Dikta Wicaksono

Tuesday, 12 April 2016 02:30:28 WIB | Wayan Diananto
5 Film Lokal Keren Berlatar Luar Negeri versi Dikta Wicaksono
Dikta Wicaksono (Bambang/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Tahun lalu, Pradikta Wicaksono (30) memulai babak baru. 

Vokalis Yovie & Nuno ini tampil dalam drama musikal Stereo di layar kaca dan menjajal peruntungan di layar lebar dengan syuting Romansa (Gending Cinta Di Tanah Turki). Dalam Romansa ia berperan sebagai Timmy, anak orang kaya yang kuliah di luar negeri.

“Dua minggu saya syuting di Turki. Akting enggak susah selama Anda menikmatinya,” akunya di Mega Bekasi XXI, pekan lalu.

Da harus bisa membayangkan, lalu menempatkan diri sebagai anak orang kaya. Dikta juga harus penuh empati ketika Timmy kalah judi bola, terlilit utang jutaan rupiah, kemudian terpaksa menyambung hidup dengan menjual kebab. Salah satu pengalaman tidak terlupakan, ketika masyarakat Turki menyangka Dikta dan Ramon maling betulan.

“Itu terjadi ketika syuting adegan Timmy dan sahabatnya, Bima, dikejar polisi. Mahasiswa dari luar Turki yang dapat beasiswa, tidak boleh bekerja. Kalau sampai ketahuan polisi akan ditangkap dan dipulangkan,” Dikta mengenang.

Romansa menambah panjang daftar film Indonesia yang pengambilan gambarnya dilakukan di luar negeri. Dikta merekomendasikan beberapa film lokal yang berlatar luar negeri.

1.    Eiffel I'm in Love... (Nasri Cheppy, 2003)

Setelah film Indonesia mulai menggeliat berkat Jelangkung, Petualangan Sherina, dan Ada Apa dengan Cinta?, belum ada film lokal yang syuting di luar negeri. Dikta menyebut, “Eiffel I'm in Love mewakili generasi muda pada zamannya. Pasangan Shandy Aulia-Samuel Rizal menjadi idola baru sementara Paris menjadi kota impian anak muda.”

2.    Negeri van Oranje (Endri Pelita, 2015)

Dikta menyebut film ini mengesankan berkat empat karakter pria di dalamnya mewakili empat lokasi berbeda di Belanda yakni Rotterdam, Keukenhof, Leiden, dan Utrecht. Lewat empat tokoh pria plus satu pemeran utama wanita yang cantik, Tatjana Saphira, Negeri van Oranje mengajak penonton mengenal Belanda lebih jauh. 

3.    Habibie & Ainun (Faozan Rizal, 2012)

Film yang sukses mengawinkan aspek kualitas dan komersial versi Dikta. “Skenarionya sangat intim, pemainnya tampil memesona. Jerman ditampilkan dengan alasan amat kuat karena tokoh utamanya memang ditempa di sana. Kalau membahas film Indonesia berlatar luar negeri yang keren, Habibie & Ainun wajib disebut,” paparnya.

4.    Laskar Pelangi 2: Edensor (Benni Setiawan, 2013)

Edensor melanjutkan kisah Ikal yang menggetarkan. Ia terbang ke Paris, masuk universitas bergengsi Sorbonne, untuk kuliah. Pendidikan mengubah nasib anak manusia. Cerita inspiratif Ikal dari era Laskar Pelangi hingga Edensor bagi Dikta sangat sulit dilupakan.

5.    Negeri 5 Menara (Affandi Abdul Rachman, 2012)

Ponorogo, Bukit Tinggi, dan London. Tiga kota beda kultur ini mendasari film yang menggugah hati 770 ribu orang lebih. Semboyan “man jadda wajada” yang artinya siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil, akan selalu diingat penonton.

(wyn/gur)

Komentar