aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Jenis Rumput yang Cocok untuk Pekarangan Rumah

Friday, 13 November 2020 05:00:26 WIB | HOME.CO.ID
Jenis Rumput yang Cocok untuk Pekarangan Rumah
ilustrasi

TABLOIDBINTANG.COM - Bicara pekarangan dan taman, pasti tak lepas dari rumput. Memiliki halaman atau pekarangan indah jadi keinginan setiap pemilik rumah. Hal tersebut bisa diwujudkan dengan menanam berbagai tanaman di sana. Tanaman ini juga termasuk rumput yang akan menutupi permukaan tanah pekarangan. Namun tentunya, jenis rumput ini harus dipilih dengan tepat, agar pekarangan terlihat cantik dan serasi dengan lingkungan sekitarnya.

Sedikitnya ada enam jenis rumput yang cocok untuk pekarangan rumah. Adapun tiga dari keenam jenis rumput itu antara lain:

Rumput gajah
Rumput gajah merupakan jenis rumput yang paling banyak digunakan. Rumput ini juga terbilang cepat tumbuh begitu menyentuh tanah. Harganya yang relatatif terjangkau membuatnya banyak dipilih orang. Namun perlu diingat, mereka yang memilih rumput gajah sebagai penutup tanah harus siap-siap repot. Karena rumput cepat tinggi, tiap sebulan sekali rumput gajah perlu dipangkas.

Rumput golf
Yang satu ini jarang diaplikasikan untuk rumah tinggal, kecuali jika Anda rela mengalokasikan dana yang cukup besar untuk membeli teknologi pemasangannya. Sebab, rumput golf cepat busuk jika tergenang air. Rumput golf juga memerlukan resapan yang baik berupa tumpukan ijuk, pasir, batu, serta pipa untuk mengalirkan air di bawah permukaan tanam. Rumput golf sejatinya memerlukan perawatan ekstra. Karenanya, Anda membutuhkan jasa konsultan arsitektur lanskap. Kendati demikian, kecantikan dari rumput ini tidak perlu diragukan lagi.

Rumput peking
Jenis rumput yang satu ini hampir mirip dengan rumput Jepang. Bedanya, helai daunnya tumbuh lebih jarang dan teksturnya lebih lembut. Tampilannya yang rapi dan terkesan mewah membuat harganya relatif mahal. Soal perawatan, rumput ini memiliki ketahanan terhadap cuaca yang baik di musim hujan. Rumput ini sempat menjadi idola sebelum tahun 2000.

Rumput gajah mini
Sejak tahun 2000-an, rumput gajah mini mulai dikenal publik. Awalnya, rumput gajah mini dikembangkan di Bandung, Jawa Barat. Karakteristiknya yang lebih ‘bandel’ ketimbang  rumput gajah biasa membuat rumput ini cepat merebut hati masyarakat. Bahkan tidak seperti rumput gajah biasa, rumput gajah mini bisa tumbuh baik di tempat teduh, bahkan di area sekitar bawah pohon sekalipun.

Rumput Jepang
Daunnya yang kurus tumbuh rapat. Kalau tidak dipangkas sebulan sekali, bagian bawahnya akan berwarna kekuningan. Saat sudah terlalu rimbun, sinar matahari tak sampai ke bawah. Itulah yang membuatnya kuning. Rumput Jepang perlu pupuk urea yang lebih banyak ketimbang rumput gajah mini. Dalam satu bulan, ia harus dipupuk dua kali.

Rumput Swiss
Rumput Swiss merupakan rumput paling halus dari semua jenis rumput. Tidak heran jika harganya paling mahal dan memerlukan perawatan ekstra. Jika ingin memelihara rumput Swiss di pekarangan rumah, pastikan pencahayaannya minimal 80 persen, dipotong minimal sebulan sekali, dan diberikan pupuk urea. Pastikan rumput ini berada di area kering. Jika di iklim lembab, rumput jenis ini tidak bisa tumbuh maksimal.

Komentar