aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Desainer Anna Mariana Bawa Tenun dan Songket Khas Bali Betawi ke DC Fashion Week

Thursday, 22 March 2018 22:10:13 WIB | Romauli Gultom
Desainer Anna Mariana Bawa Tenun dan Songket Khas Bali Betawi ke DC Fashion Week
Koleksi Busana Anna Mariana yang Tampil di DC Fashion Week 2018.

TABLOIDBINTANG.COM - Ajang bergengsi DC Fashion Week di Washington DC pada 25 Februari 2018 lalu, dikejutkan dengan rancangan desainer asal Indonesia, Anna Mariana.

Pasalnya, dari deretan 10 perancang internasional yang tercatat ikut sesi International Couture Collections Show tersebut, ada 6 perancang dari USA, 1 dari Sinegal, 1 Perancis, dan 1 dari Ukraina.

Anna Mariana satu-satunya desainer yang hadir mewakili Indonesia. Dia menampilkan koleksi busana unik yang dirancang khusus dari kain tradisional Tenun dan Songket handmade, kreasi terbaru yang diberi nama ‘Babe’.

Dihadapan sekitar 400 tamu undangan yang hadir di Franklin Square 1315 K St NW, Washington DC, Anna Mariana menampilkan 20 busana ekslusif rancangan Anna yang diperagakan oleh peragawati internasional pilihan.

Rancangannya merupakan penggabungan antara desain motif tenun dan songket ciri khas Bali dan Betawi, atau disingkat Babe. “Koleksi busana yang saya tampilkan di DC Fashion Week, semuanya saya desain secara khusus,” kata Anna Mariana, dalam acara syukuran di House of Marsya, Pondok Indah, Jakarta, belum lama ini.

Untuk menyesuaikan selera fesyen orang Barat, Anna mendesain khusus warna dan motif tenun dan songket.
Pada motif Bali, Anna menempatkan motif bercorak poleng, yakni motif kain tenun kotak-kotak berwarna hitam putih (Rwabhineda) yang sangat popular dan menjadi ikon dalam kehidupan masyarakat Bali.

Menurutnya, dalam paham masyarakat Hindu di Bali, Rwabhineda adalah sebuah filosofi yang melambangkan dua sifat yang saling bertolak belakang. Seperti hitam putih, baik buruk, panjang pendek, kaya miskin dan sebagainya.

Sementara, untuk nuansa tenun dan songket Betawi sendiri merupakan sebuah maha karya yang dirancang Anna. Dalam karya ini, Anna mendesain motif-motif dengan ikon terkenal dari Betawi seperti Monas, Ondel-Ondel dan sebagainya.

"Saya menggunakan benang dalam warna khusus merah putih untuk menenunnya. Ini sebagai perlambang warna bendera Merah Putih ciri khas Indonesia. Selain itu, ada juga sentuhan motif burung Garuda yang merupakan lambang negara dan dikenal juga sebagai simbol Bhineka Tunggal Ika," terangnya.

Melalui balutan busana bernuansa Tenun dan Songket tradisional, handmade khas Bali dan Betawi, Anna berharap lewat karyanya, ia dapat berbagi pengetahuan sekaligus menjadi ajang promosi budaya Indonesia kepada audiens yang hadir, khususnya masyarakat di Washinton DC, Amerika Serikat. 

(uli / gur)

Komentar