aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Wignyo Rahadi Siap Boyong Koleksi Ready To Wear Tenun Pringgasela ke Tokyo

Wednesday, 14 March 2018 18:50:00 WIB | Wida Kriswanti
Wignyo Rahadi Siap Boyong Koleksi Ready To Wear Tenun Pringgasela ke Tokyo
Wignyo Rahadi dan rancangan tenun Pringgasela dengan ciri khas motif dan warna yang simpel (Dok. PR)

TABLOIDBINTANG.COM - Desainer Wignyo Rahadi kembali merancang koleksi menggunakan tenun Pringgasela. Sebelumnya, koleksi dari bahan yang sama, motif Sundawa Tenun Pringgasela NTB ditampilkan Wignyo Rahadi dalam Indonesia Creative Week 2017 pada bulan November.

Rabu, 14 Maret 2018, 8 koleksi terbaru Wignyo Rahadi ini ditampilkan dalam fashion show yang menjadi bagian dari rangkaian acara pameran "Pesona Busana dan Aksesoris Nusantara 2018" yang digelar di Gedung Kementrian Perindustrian, Jakarta, pada 13 - 16 Maret 2018. Fashion show ini sekaligus pemanasan sebelum koleksi yang sama (ditambah dua) diboyong ke Tokyo, Jepang, April mendatang.

Dengan diboyongnya koleksi ready to wear yang oleh Wignyo Rahadi diberi nama In-Lines ke Tokyo, diharapkan kain tenun Pringgasela bisa lebih cepat dikenal publik, baik dalam dan luar negeri.

(Dok. PR)
(Dok. PR)

"Saya melihatnya seperti itu. Kain yang bagus, kalau dibawanya di dalam negeri saja, itu akan dipandang sebelah mata," buka Wignyo Rahadi dalam sesi wawancara media, Rabu (14/3). "Tapi begitu dibawa ke luar, dan orang luar merespons, barulah di sini akan sama merespons," simpulnya.

Dijelaskan Wignyo Rahadi, hal ini dilakukan sebagai bagian dari kepentingan branding yang lebih cepat, mengingat tenun Pringgasela saat ini memang masih sangat minim dikenal publik. 

Agar respons yang diterima positif, Wignyo Rahadi mendekatkan rancangan koleksinya kepada selera publik Jepang. Koleksinya beberapa hadir dalam bentuk menyerupai kimono atau dengan aksen obi (sabuk pinggang khas busana Jepang). Selain itu, Wignyo Rahadi sebelumnya pun telah melakukan riset kecil - kecilan, bahwa kain dengan warna tanah dan pewarnaan alam khas tenun Pringgasela juga digemari pasar Jepang. 

Wignyo Rahadi kenakan tenun Pringgasela dengan ciri khas motif dan warna yang simpel (Wida / Aura)
Wignyo Rahadi kenakan tenun Pringgasela dengan ciri khas motif dan warna yang simpel (Wida / Aura)

"Kain tenun ini, dari segi warna, bisa diterima tidak sih di negara itu? Ini yang harus dipahami dulu," kata Wignyo Rahadi. "Kebetulan saya ada beberapa kawan pecinta kain di Tokyo, kami selalu diskusi, dan setelah show pertama, mereka merespons baik (tenun Pringgasela). Jadi saya memang membuat motif, desain, yang disesuaikan dengan market sana," pungkas Wignyo Rahadi yang sebelumnya sudah beberapa kali show di Jepang.

Tenun Pringgasela sendiri dibuat dengan menggunakan alat tenun tradisional gedogan serta pewarnaan alam dari tumbuhan seperti akar, batang kayu, dan daun. Sedangkan nama Pringgasela merupakan nama sebuah desa di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yang merupakan sebuah sentra tenun ikat.

(wida / wida)

Komentar