aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Sepiak Belitong, Batik Khas Belitong yang Ramah dengan Alam

Friday, 18 December 2020 01:20:20 WIB | Romauli
Sepiak Belitong, Batik Khas Belitong yang Ramah dengan Alam
ilustrasi

TABLOIDBINTANG.COM - Berbekal semangat sociopreneur, wirausahawan muda Bella Kartika Aprillia mengangkat batik asal Pulau Belitong yang diberi nama Sepiak Belitong. Ia pun melibatkan pebatik dan penjahit lokal, termasuk penyandang disabilitas.

Batik asal Pulau Belitong ini terdiri dari dua kabupaten, yakni Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur.

“Kami memang bukan yang pertama yang membuat batik Belitong. Tapi bisa dikatakan kami adalah pionir yang melakukan branding batik Belitong hingga dikenal ke daerah luar, bahkan ke mancanegara,” ujar Bella Kartika Aprillia, Pemilik Sepiak Belitong.

Menurutnya, awal merintis merek ini, banyak masyarakat yang menanyakan, “Memang ada batik Belitong? Batik kan dari Jawa”. Ungkapan tersebut yang dijawab oleh Bella dan memilih untuk melakukan branding batik Sepiak dengan mencari pengakuan di luar wilayah Belitung.

Hingga pada tahun 2018 Sepiak Belitong kian dikenal salah satunya melalui sebuah penghargaan yang diraih pada ajang Wirausaha Mandiri.

Tak hanya di pasar lokal, pada Juli 2019 Sepiak Belitong juga mengikuti pameran di Korea Selatan untuk menjawab dan meramaikan event dari KBRI. Selain Korea, Sepiak Belitong juga sudah sampai ke lantai pamer di Jepang, Malang, Batam, Jakarta, Jogja, dan beberapa daerah lainnya. Hingga kini, batik Belitong dan merek Sepiak Belitong kian dikenal.

Bella pun membuat desain dan motif yang sesuai dengan kehidupan masyarakat Belitong. Untuk motif, daun simpor yang lekat dengan kehidupan masyarakat Belitong pun menjadi salah satu motif andalan Bella dalam mengembangkan desain batik Sepiak Belitong.

“Tanaman ini kerap dibudidayakan di halaman belakang rumah ini, seringkali dijadikan sebagai alas dan pembungkus makanan,” tuturnya.

Selain daun simpor, Bella juga mengembangkan motif lain, seperti motif kantong semar atau yang jamak disebut ketuyut atau ketakong. Atau, keremunting yang merupakan buah hutan dan kerap dinikmati masyarakat.

Tak hanya merepresentasikan alam Belitong, desain dari batik Sepiak memiliki ciri khas dengan warna-warna yang cerah.

Komunikasi yang dekat dengan konsumen pun dilakukan oleh Bella di berbagai kanal komunikasi dan distribusi. Mulai dari media sosial melalui akun Instagram @sepiakbelitong dan Facebook @katalogsepiakbelitong, hingga kanal penjualan di Tokopedia, Blibli, Shopee, dan Bukalapak.

Sepiak Belitong juga telah menjadi partner dari Geopark Belitong sebagai geo product. Ya, produk ini mengemban teknik produksi yang ramah dengan alam. Beberapa produk Sepiak Belitong diproduksi menggunakan teknik eco print atau daun timpel.

Teknik ini sudah cukup terkenal di dunia fesyen. Singkatnya, teknik ini memindahkan unsur tanin pada tanaman ke dalam kain sehingga membuat motif tertentu. Produk alam ini biasanya disukai oleh masyarakat luar negeri.

Selain itu, Bella juga memberdayakan masyarakat Belitong untuk mendukung bisnisnya. Untuk urusan produksi, Bella mempercayakan produknya kepada anak-anak penyandang disabilitas.

Bella melihat, permintaan tenaga kepada kaum disabilitas sangat terbatas. Setelah melatih, ternyata kaum disabilitas bisa menghasilkan karya yang bagus, tekun, hingga disukai oleh pengunjung pameran di Korea. “Harapannya, kami bisa menampung mereka lebih banyak lagi,” tutupnya.

Komentar