aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Eco Fashion, Pewarnaan Kain Ulos Gunakan Kunyit dan Perasan Jeruk Purut 

Wednesday, 6 November 2019 18:00:34 WIB | Ari Kurniawan
Eco Fashion, Pewarnaan Kain Ulos Gunakan Kunyit dan Perasan Jeruk Purut 
Fashion

TABLOIDBINTANG.COM - Ketua Dekranasda Kabupaten Dairi, Romy Mariani Eddy Berutu, memperkenalkan kain ulos ramah lingkungan, dalam acara Next Generousion dengan tema diskusi Eco Fashion Indonesia.

Dikatakan Romy, kain ulos yang ia bawa dalam acara tersebut menggunakan pewarna alami, dari rempah dan buah-buahan. Sebagai contoh, ia menyebut kunyit dan perasan jeruk purut, yang bisa dimanfaatkan untuk membuat warna kuning yang tak terlalu mencolok.

"Jadi kita pakai kunyit utuk pewarnanya. Tapi kan itu akan kuning sekali warnanya jadi kita gabung dengan jeruk purut, sehingga warnanya jadi seperti ini," kata Romy, di Epiwalk Kuningan Jakarta Selatan, Minggu (3/11).

Ketua Dekranasda Kabupaten Dairi, Romy Mariani Eddy Berutu. (Ari/tabloidbintang.com)
Ketua Dekranasda Kabupaten Dairi, Romy Mariani Eddy Berutu. (Ari/tabloidbintang.com)

"Kita mulai mengarah ke eco fashion dan ramah ligkungan, jadi lebih manusiawi lah. Karena kalau saya lihat pewarna ulos itu bisa mencemarkan air di sekitar kita," imbuh Romy.

Untuk warna lain, Romy mengambil zat berwarna dari daun-daunan. "Kalau mau hitam pakai daun ketapang, kalau biru pakai tayub, jadi pakai pewarna alam," sebutnya.

Selain lebih ramah lingkungan, pembuatan ulos eco fashion juga jauh lebih cepat dibanding ulos biasanya.  "Kalau yang eco fashion ini satu penenun bisa selesaikan dua hari, lebih cepat memang. Kalau ulos yang biasanya lebih lama," jelas Romy.

(ari)

Komentar