aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Elga Naldy Usung Songket Koto Gadang ke Rusia

Monday, 2 September 2019 08:00:11 WIB | Ari Kurniawan
Elga Naldy Usung Songket Koto Gadang ke Rusia
Desainer Elga Naldy. (Ist)

TABLOIDBINTANG.COM - Desainer Elga Naldy berkesempatan untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui desain busana. 3 - 6 September mendatang, Elga bersama sejumlah desainerakan  mewakili Indonesia di ajang Collection Premiere Moscow (CPM) Internasional Fashion Trade Show di Rusia. 

"Senang diberi kesempatan untuk menunjukan warisan budaya Indonesia salah satunya Songket Koto Gadang, Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Saya ingin mengenalkan pada dunia, apa yang dimiliki leluhur saya," tutur Elga, di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Diungkapkan Elga, saat melakukan research kain khas Minang Kabau, ia mendapat tawaran dari seorang sahabatnya Wawan Soeharto. Ajakan ini langsung disambut Elga. Menurutnya ini kesempatan emas untuk berkiprah ke Rusia dan sekitarnya. Apalagi Sumatera Barat merupakan tanah leluhurnya.

"Sekitar lima bulan lalu saat research bahan kain khas Minang yaitu Songket Koto Gadang, saya mendapat tawaran. Katanya ada event fashion di Rusia yang mengenalkan warisan budaya Indonesia," ungkap Elga dengan senyum.

Tanpa membuang waktu lagi, Elga langsung menyiapkan segala sesuatu untuk keperluan event tersebut. Elga berusaha mengaplikasikan kain songket menjadi pakaian yang kasual dan bisa dipakai untuk sehari-hari. 

"Kain songket di Minang digunakan untuk acara-acara tertentu saja. Kebanyakan yang mengenakan songket ini kan hanya beberapa jam saja. Fisiknya memang kaku, terasa berat, karena dibuat dari benang emas," jelas Elga.

Meski melakukan perpaduan teknologi, Elga tidak menghilangkan pakem dari Songket Koto Gadang. Warna yang dipilih pun lebih ke warna alam, seperti, hijau, hitam, coklat, putih dan oranye.

"Detail benang emasnya yang berbentuk bunga-bunga dipadukan warna cerah jadi semarak dilihatnya. Itulah yang membuat saya tertarik ingin mengangkat warisan budaya leluhur saya ke mata dunia," ujarnya bersemangat.

Kekuatan disain Elga kali ini bermain dengan bordiran, kain-kain etnik khas Indonesia seperti kain songket Padang. Kain-kain tersebut disulap menjadi busana yang casual, dan sangat cocok utk dipakai sehari-hari. 

Selain itu, Elga juga membuat busana-busana malam dengan motif yang diciptakannya sendiri. Motif bunga-bunga di atas bahan silk, mendominasi karya Finalis Gadis Sampul ini. Padu padan bordir, kain songket, dan lace menyatu dalam disain ibu muda ini. 

“Persiapan untuk Show CPM Internasionl Fashion Trade Show Moscow ini, sudah saya lakukan sejak beberapa bulan lalu. Karena ini ajang internasional dan membawa nama Indonesia saya sangat serius menyiapkan segala keperluan untuk show dan pameran. Saya nggak mau malu-maluin nama Indonesia, karenanya saya total berkonsentrasi menyiapkannya," tandas Elga. 

(ari)

Komentar