aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Keindahan Kain Tenun dalam Jalinan Lungsi Pakan

Monday, 19 August 2019 16:35:40 WIB | Romauli Gultom
Keindahan Kain Tenun dalam Jalinan Lungsi Pakan
Koleksi Busana Didi Budiardjo Menggunakan Kain Tenun Tidore (ist)

TABLOIDBINTANG.COM - Mengawali rangkaian fashion show, Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2019 berkolaborasi dengan Cita Tenun Indonesia (CTI) mempersembahkan show bertema “Jalinan Lungsi Pakan” yang berlangsung di Ballroom Harris Hotel & Conventions Kelapa Gading Jakarta, akhir pekan lalu.

Tema tersebut konsisten diusung setiap tahun yang memiliki makna benang yang disusun lurus secara vertikal (lungsi) dan sebagian lainnya disusun lurus secara horizontal (pakan) kemudian dijalin dengan teknik khusus menggunakan alat tenun melalui sentuhan para perajin.

Hal ini merepresentasikan cinta, semangat, kesabaran, ketekunan, serta nilai sejarah, dan estetika yang terkandung di dalam selembar kain tenun.

“Jalinan Lungsi Pakan merupakan jalinan benang yang membentuk keindahan kain tenun sebagai salah satu wastra Nusantara. Hal ini mencerminkan sinergi yang terjalin baik antara JFFF dan Cita Tenun Indonesia yang saling melengkapi satu sama lain dalam misinya memajukan industri mode Indonesia berbasis budaya Nusantara,” ujar Soegianto Nagaria, Chairman JFFF 2019.

Dalam shownya kali ini, CTI menampilkan desainer-desainer yang menggunakan kain tenun dari berbagai daerah di Indonesia. Diantaranya Eridani menggunakan tenun Sulawesi Tenggara, Yogie Pratama menggunakan kain tenun Sambas, Didi Budiardjo menggunakan kain tenun Tidore serta pemenang Next Young Promising Designers tahun 2018 yakni Koko Rudi yang menggunakan kain tenun Bali dan tenun polos serta Enrico Marsall yang menggunakan kain tenun lurik dari Jawa Tengah.

Kain-kain tenun ini diolah menjadi sebuah karya mode yang modern sesuai trend terkini tanpa meninggalkan nafas budaya aslinya. Seluruh karya ditampilkan menjadi sebuah narasi berupa ajakan untuk melestarikan kain nusantara sebagai warisan kekayaan budaya.

Konsistensi JFFF dan CTI dalam mengangkat kain-kain nusantara juga bentuk dukungan kepada UKM dan pengrajin kain. Sekaligus terus mengajak masyarakat agar tidak hanya mengapresiasi namun juga turut menggunakan kain-kain nusantara. 

Komentar