aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Dear Fashionista, Ini Lo Pentingnya Memilih Produk Fashion Ramah Lingkungan

Wednesday, 24 October 2018 11:15:00 WIB | Wida Kriswanti
Dear Fashionista, Ini Lo Pentingnya Memilih Produk Fashion Ramah Lingkungan
Pentingnya Memilih Produk Fashion Ramah Lingkungan (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Kesadaran para pecinta fashion untuk mengenakan busana terbaik semakin meningkat. Bukan hanya dalam hal desain dan kenyamanan saat dipakai, namun juga terkait material kain yang digunakan, yakni yang ramah lingkungan. Hal ini tidak terlepas dari semangat go green atau peduli lingkungan hidup yang telah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang saat ini. 

Lantas bagaimana bisa produk fashion, terutama pakaian, bisa menjadi tidak ramah lingkungan? Yakni ketika produk tersebut sudah tidak terpakai dan menjadi sampah yang tidak mudah terurai oleh alam. Tidak hanya materialnya yang terus menumpuk seperti halnya sampah tidak mudah terurai lainnya, namun juga kandungan pewarna dan kimia lain yang terdapat di dalamnya turut mencemari lingkungan.

Robert Van de Kerkhof, Chief Commercial Officer Lenzing, perusahaan serat dari Austria dalam sambutannya saat malam puncak acara perayaan ulang tahun ke-35 PT. South Pacific Viscose, di Intercontinental Bandung, Selasa (23/10), mengungkap temuan terkait hal tersebut. "Sampah fashion pada tahun 2030 diperkirakan mencapai 140 juta ton," ungkapnya melalui media presentasi. Bukan sesuatu yang mustahil terjadi, terlebih jika saat ini kita masih setia dengan pakaian berbahan dasar tidak ramah lingkungan. 

Dok. tabloidbintang.com
Dok. tabloidbintang.com

Hal tersebut belum ditambah fakta bahwa industri tekstil merupakan industri kedua tertinggi tingkat pencemarannya setelah industri petrokimia. Industri tekstil secara keseluruhan juga menyumbang pencemaran udara sebanyak 1,2 miliar ton karbondioksida setiap tahunnya. Memilih produk fashion ramah lingkungan, berarti yang tidak hanya ramah setelah menjadi sampah, namun juga ramah lingkungan dalam proses pembuatannya.

Mengenakan produk fashion berbahan serat organik, salah satunya yang terbuat dari katun atau kapas, tentu pilihan terbaik. Akan tetapi, ketersediaan kapas pastinya terbatas dan bisa jadi suatu saat habis jika tidak dibarengi dengan tanam ulang yang tepat guna. Menjawab tantangan tersebut, sejak 35 tahun lalu, Lenzing, perusahaan internasional dari Austria membuka pabrik produksi seratnya di Purwakarta, Indonesia dengan nama PT. South Pacific Viscose.   

Sama - sama terbuat dari bahan organik, namun serat dari Lenzing yang diberi nama Tencel dibuat dari bahan baku alami kayu terbarukan yang diproses sedemikian rupa hingga menjadi serat berkualitas tinggi. Serat - serat inilah yang kemudian dijadikan bahan dasar untuk berbagai aplikasi tekstil dan nonwoven.  

Dok. tabloidbintang.com
Dok. tabloidbintang.com

Pada hari yang sama, Selasa (23/10), media berkesempatan mengunjungi dan melihat langsung bagaimana produk serat ini diproduksi hingga siap dipasarkan ke pasar dalam bentuk benang.

Dok. tabloidbintang.com
Dok. tabloidbintang.com

Bertepatan dengan perayaan ulang tahun ini juga dibuka Lenzing Center of Excellence yang di dalamnya memamerkan beragam produk fashion dan rumah tangga lainnya yang dibuat menggunakan serat Tencel. Antara lain pakaian sehari - hari, baju bayi, pakaian dalam pria dan wanita, termasuk produk perawatan kecantikan seperti tisu basah dan masker. Tidak ketinggalan produk rumah tangga lainnya, seperti seprai dan handuk, dan lain - lain. 

Dok. tabloidbintang.com
Dok. tabloidbintang.com

Dijelaskan pihak Lenzing yang menemani tur kami, selain ramah lingkungan, produk fashion yang dibuat dari serat Tencel juga memberi kenyamanan maksimal saat dikenakan. Selain teksturnya yang lebih lembut, rasanya yang adem, serat Tencel juga bekerja secara aktif untuk pengangkutan kelembapan, sehingga membuat Anda tetap sejuk dan kering. 

(wida / wida) 

Komentar