aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Jatuh Cinta Pada Perhiasan Emas Rancangan Samuel Wattimena Untuk The Palace

Monday, 14 May 2018 04:00:01 WIB | Wayan Diananto
Jatuh Cinta Pada Perhiasan Emas Rancangan Samuel Wattimena Untuk The Palace
Salah satu perhiasan koleksi seri Nusantara. (Foto: dok. tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Berbalut asa mengukir jati diri,

Tanpa menghitung waktu yang ikut berlari.

Kini di Timur, aku sambut pagi

Mengucap syukur, seraya berbagi.

Tanpa memahami, arif hanya nama

Tanpa muka, bijak hiasan sujudku

Akhirnya kuberanikan diri

Kau memilihku, Tara

Dari semuanya itu, aku tetap Nusantara

Anak ibuku, Indonesia

Larik-larik puisi nan indah ini mengawal lahirnya perhiasan koleksi terbaru yang digagas desainer Samuel Wattimena untuk The Palace. Bersama The Palace, Samuel Wattimena merilis seri Nusantara. Seri Nusantara terdiri tiga koleksi yang merefleksikan keragaman Indonesia.

Seri Nusa dari Indonesia Barat bermakna kumpulan pulau. Seri Anta mewakili Indonesia Tengah, yang membawa arti angan-angan dan impian. Sementara Seri Tara dari Indonesia Timur memancarkan jiwa kebebasan seorang perempuan.

Kali pertama seri ini diperlihatkan kepada publik pada bulan Kartini, April lalu. Mei ini, koleksi Seri Nusantara telah menghias etalase gerai The Palace di seluruh Indonesia. Samuel Wattimena bangga menampilkan kekayaan Ibu Pertiwi dalam guratan perhiasan logam mulia berkawan berlian.

"Seri Nusa terinspirasi perhiasan klasik yang mengambil siluet pending, diisi berlian dan ukiran emas. Ukiran dan berlian itu mengikuti kaidah sejarah pending. Seri Anta mengambil siluet pamulih dari daerah Sumba, Nusa Tenggara. Seri Tara dari Indonesia Timur khususnya dari Pulau Timor dan Maluku Tenggara. Konsep itu saya terjemahkan ke perhiasan berupa anting, giwang, kalung, liontin, gelang, dan cincin," urai Samuel Wattimena kepada tabloidbintang.com di Jakarta, pekan lalu.

Seri Nusantara merupakan kolaborasi Samuel Wattimena dengan The Palace. The Palace bagian dari perusahaan PT. Central Mega Kencana yang juga menaungi Frank & Co., Miss Mondial, dan Mondial. Perusahaan ini memulai kiprahnya pada 1996 dengan membuka toko pertama di Pondok Indah. Jakarta Selatan, dengan nama Frank & Co., lalu berkembang hingga sekarang.

"Sampai akhir 2018 nanti, ada 60 toko yang tersebar di 14 provinsi di Indonesia. Sebelumnya, Frank & Co. berkolaborasi dengan Sebastian Gunawan, Miss Mondial menggandeng Tex Saverio, dan The Palace bekerja sama dengan Anne Avantie. Kini, kami merangkul Samuel Wattimena," jelas General Manager The Palace, Jelita Setifa.

Upaya memancarkan keragaman budaya Tanah Air dalam koleksi Seri Nusantara ini mendapat apresiasi dari banyak pihak. Salah satunya, dari Menteri Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Puan Maharani. Puan menyebut, perhiasan mestinya tidak hanya dilihat dari model, tapi cerita di balik desain yang menawan.

"Selain itu, bagaimana kualitas bahannya dan mencerminkan makna filosofi apa? Saya berharap perhiasan memiliki ciri khas yang tidak dilupakan oleh pemiliknya sama seperti keindahan batik dan kain tenun. Insyaallah kita bisa mewariskan perhiasan ini turun temurun. Keturunan kita akan menghargai perhiasan Nusantara ini," harap Puan.

Komentar